Teks Khutbah Jumat Keutamaan Muharram

kontenjempolan.id-Teks Khutbah Jumat “Keutamaan Muharram”. Kali ini kami akan menyajikan teks khotbah jumat yang insyaa Allah akan membantu atau menjadi reverensi bagi pengisi khutbah dalam mencari materi khutbah Jumat. Semoga ini dapat membantu dan menjadi amal Jariyah bagi kita semua.

KEUTAMAAN MUHARRAM

Oleh : Mohammad Lathief S., S. Pd

Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Ta’ala secara serius. Yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah …

Detik berganti detik, menit berganti menit, hari berganti hari, bulan berganti bulan, yang akhirnya alhamdulillah kita telah masuk kepada Tahun Baru kaum Muslimin 1442 H tepatnya pada Bulan Muharram.

Subhanallah…..

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan awal tahun hijriah (yaitu bulan Muharram) adalah bulan haram, dan menjadikan akhir tahun (yaitu bulan Dzulhijjah) pun adalah bulan haram. Keduanya adalah bulan haram, seakan memberikan kepada kita sebuah isyarat agar memulai tahun dengan kebaikan dan mengakhiri tahun pun dengan kebaikan. Karena bulan-bulan haram merupakan bulan-bulan kebaikan, Allah berfirman :
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرٗا فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمٞۚ …… ٣٦

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS. At-Taubah[9]: 36)

Kita memulai tahun ini dengan bulan Muharram, dimana bulan Muharram adalah bulan yang Allah istimewakan nan agung. Diantara keistimewaan bulan Muharram, Allah menamainya sebagai bulan Allah (Syahrullah). Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ
“Bulan Allah Muharram” (HR. Muslim)

Jamaah sidang Jum’at yang kami hormati

Di bulan-bulan haram, amalan-amalan keburukan dilipatgandakan menjadi lebih besar. Karena Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

…..فَلَا تَظۡلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمۡۚ ….. ٣٦
“Jangan kalian mendzalimi diri-diri kalian sendiri di bulan-bulan haram tersebut.” (QS. At-Taubah[9]: 36)

Artinya berbuat dzalim di bulan itu akan Allah lipat gandakan, Allah besarkan dosanya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Demikian pula amalan shalih pun dibesarkan pahalanya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Diantara amalan yang bisa kita amalkan di bulan Muharram, yaitu yang disebut dengan puasa ‘Asyura (Puasa pada 10 Muharram). Dimana puasa ‘Asyura kata Rasullullahshallallahu ‘alaihi wa sallam:
يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَة
“Puasa ‘Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Subhanallah…

Betapa agungnya puasa ini. Bahkan di awal-awal Islam, ketika Allah belum wajibkan puasa Ramadhan, puasa ‘Asyura termasuk puasa yang diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kaum muslimin.Akan tetapi ketika Allah mewajibkan puasa Ramadhan, Allah menjadikan puasa ‘Asyura (Puasa 10 Muharram) sesuatu yang tidak wajib.

Maka dari itulah saudaraku… Orang-orang yang mengingikan kebaikan, orang-orang yang menginginkan agar dosanya digugurkan, ini ada kesempatan emas untuk kita semua, untuk digugurkan dosa-dosa kita setahun yang lalu.

Jama’ah Jum’at yang kami hormati rahimakumullah

Ketika kita berpuasa ‘Asyura, Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam membimbing kita agar berpuasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya. Yaitu dianjurkan pula berpuasa di tanggal 9 atau 11 Muharramnya. Karena untuk menyelisihi ahli kitab.

Khutbah Jumat Kedua

Jama’ah Sidang Jum’at yang kami hormati rahimakumullah

Sebagian orang berpendapat bulan Muharram/ bulan Suro (dlm bahasa Jawa), merupakan bulan sial. Tapi jama’ah sekalian, tidak ada landasan sejarah yang membenarkannya. Bahkan sesuai nasihat khutbah yang pertama, bulan muharram adalah bulan yang agung/ istimewa. Syahrullah (bulannya Allah).

Diantara sebagian orang pada bulan Muharram/ Suro ini, mereka merasa takut kecelakaan, takut bangkrut, takut miskin dan takut mati. Sehingga sebagian orang tidak mau berpergian, buat hajatan, pernikahan, khitanan dsb.Padahal, Jama’ah sekalian, tidak ada satu pun penelitian yang menghasilkan data bahwa pada bulan Muharram angka kecelakaan meningkat, ratio kematian paling tinggi, kasus perceraian paling banyak, dsb.

Sebagai seorang muslim, kita menganggap bulan Muharram atau Suroini adalah bulan kebaikan, bulan istimewa dan bulan yang agung.

Jama’ah Jum’at yang kami hormati rahimakumullah

Sebagai renungan dalam momen tahun baru ini marilah kita introspeksi kembali segala apa yang telah kita lakukan pada tahun kemarin, bagi yang masih memiliki mitos sebagaimana disebut di atas, maka mulai tahun ini, marilah kita buang jauh-jauh itu semua, sebagai bentuk komitmen untuk selalu melakukan perbaikan demi perbaikan setiap saat, terutama terhadap keimanan dan amal kita. Tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin.
يَٰٓأَيُّهَاٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ ١٨
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Allah dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan” (QS. Al-Hasyr (59): 18).

Wallahu a’lam…

Sumber :
Khutbah ustadz Abdullah Zaen, MA. “Bukan Sekedar Puas”.
https://www.radiorodja.com/47659-khutbah-jumat-bulan-muharram-tentang-puasa-muharram/
https://muslim.or.id/7694-benarkah-muharram-bulan-sial.html

Demikian yang kami sajikan. Semoga Bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.