swing trading

Indikator untuk Swing Trading, Paling Banyak Diminati

kontenjempolan.id – Dalam dunia trading dan investasi, swing trading dikenal sebagai salah satu strategi yang mengandalkan tren harga saham. Terdapat tiga indikator untuk swing trading yang saat ini paling banyak digunakan oleh para trader. Diantaranya seperti MACD, MA dan Price Action and Volume.

 

Bagi Anda yang masih pemula, wajar jika bingung dengan beberapa istilah di atas. Agar lebih memahaminya, simak penjelasan mengenai indikator untuk swing trading berikut ini. 

Indikator untuk Swing Trading

Para investor saham biasanya menggunakan 3 indikator untuk swing trading sebagai pendukung aktivitas perdagangan saham. Berikut ini sudah ada penjelasannya yang bisa  Anda ketahui, antara lain:

1. Moving Average (MA)

Moving average (MA) merupakan salah satu indikator untuk swing trading yang berfokus pada rata-rata nilai saham. Maksud dari rata-rata disini berarti harga saham dari beberapa hari sebelumnya yang dianalisis sehingga menemukan hasil akhirnya. 

 

Rata-rata hasil akhir tersebut bisa menunjukkan tren harga saham tertentu. Jenis moving average ini memiliki ragam varian yang luas seperti exponential moving average (EMA), weighted moving average (WMA), dan simple moving average (SMA). 

2. Moving Convergence Divergence (MACD)

Indikator untuk strategi trading merupakan salah satu versi baru dari moving average (MA). Hadirnya Moving Convergence Divergence (MACD) ini mengizinkan deteksi atas kecenderungan tren untuk berbalik arah. 

 

Versi ini berguna sebagai konfirmator tren dan dapat membantu trader bersiap diri saat keadaan berubah sekaligus mendorong potensi munculnya peluang di perdagangan saham. Namun, pada pengaplikasiannya, MACD sangat lambat untuk memproses analisis data. Oleh sebab itu, disarankan untuk menggunakan analisis teknis lain untuk mendukung penggunaan MACD.

3. Price Action and Volume

Price action and volume merupakan salah satu indikator untuk strategi trading yang memperlihatkan persentase kenaikan tertinggi harga saham. Price action bisa dipahami sebagai landasan analisis teknis. Sedangkan, volume dapat memberikan konfirmasi kuat atau lemahnya price action, sehingga kelanjutan tren bisa diketahui. 

 

Sebagai tambahan, seluruh indikator di atas sebetulnya menggunakan price action and volume sebagai dasar analisis. Oleh karena itu, tanpa adanya alat tambahan, keuntungan berlipat ganda bisa didapatkan jika menggunakan jenis indikator swing tarding tersebut. 

 

Itu saja penjelasan mengenai tiga indikator untuk swing trading yang paling sederhana dan banyak digunakan oleh para trader.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *