Sosdap di Tuban, LaNyalla Tegaskan Pesantren Berperan Besar Dalam Kemerdekaan Indonesia

TUBAN – Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, Kyai, Ulama dan Pesantren berperan penting dalam mencapai kemerdekaan Indonesia.

Demikian disampaikan LaNyalla saat melakukan kegiatan sosial budaya MPR di Pondok Pesantren Asshofi Hislamiyah Kabupaten Tuban, Jumat (15/4/2022).

LaNyalla menyatakan bahwa Indonesia tidak akan merdeka tanpa kontribusi besar para ulama dan ponpes. “Khususnya terkait dengan bentuk dan dasar negara yang akhirnya ditetapkan sebagai negara kesatuan Republik Indonesia atau negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa dengan sistem demokrasi pancasila,” kata LaNyalla.

Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, pesantren dan ulama menulis kisah penting. Menurut LaNyalla, para ulama dan kiai di seluruh nusantara juga memberikan pendapat dan masukan kepada Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), yang kemudian menjadi PPKI, atau Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

“Pada waktu itu para ulama dan kiai bersikukuh karena dengan alasan perbedaan, mereka sepakat untuk mengganti dan menghapus klausul Piagam Jakarta yang merupakan pembukaan UUD 1945, untuk memasukkan frasa ‘Negara berdasarkan keyakinan dalam ‘menggantikan dewa,'” lanjutnya.

Puncak perjuangan saat itu adalah lahirnya resolusi jihad membela kemerdekaan Indonesia. Resolusi tersebut dikeluarkan oleh Kiai Haji Hasyim Asy’ari di Surabaya pada tanggal 22 Oktober 1945.

Peran penting lainnya dari pesantren adalah sebagai lembaga masyarakat madani yang mandiri dan sebagai pemecah masalah bagi masyarakat.

“Sudah lama seperti ini. Orang-orang biasa datang ke pesantren ketika ada yang sakit. Mereka meminta kiai untuk didoakan. Orang yang tidak punya beras juga datang ke pesantren. Ada yang punya masalah, minta nasehat ke Kiai dan sebagainya,” ujarnya.

Di zaman modern, LaNyalla meyakini peran pesantren tetap besar. Pesantren berdiri sendiri dengan tetap memberikan solusi bagi masyarakat sekitar. Baik solusi pendidikan maupun solusi untuk menjaga kearifan lokal dalam pembangunan.

“Jika kita menggunakan analisis ideologi, ekonomi, sosial dan budaya, pesantren masih menjadi lembaga paling konkrit yang berkontribusi,” jelasnya.

“Hingga saat ini, pesantren menjadi salah satu pilar penting sebagai penjaga moral dan penjaga moral generasi bangsa serta menjunjung tinggi keutuhan NKRI,” kata La Nyalla.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *