SEMANGATLAH BERBAGI ILMU AGAMA

kontenjempolan.id- SEMANGATLAH BERBAGI ILMU AGAMA. Kali ini kontenjempolan.id akan menyampaikan nasihat kepada diri kami sendiri dan kaum muslimin yang membaca agar termotivasi menumbuhkan rasa semangat menuntut ilmu agama dan berbagi ilmu agama. Semoga Allah memberikan hidayahNya dan keridhoanNya.

SEMANGATLAH BERBAGI ILMU AGAMA

Ilmu adalah cahaya kehidupan. Ilmu ibarat cahaya yang menyinari dalam kegelapan yang menunjukkan arah menuju jalan yang ditempuh. Tanpa ilmu seseorang akan tersesat jauh ke dalam jurang kebodohan. Dengan ilmu pengetahuan jarak yang jauh terasa dekat, waktu yang lama terasa singkat, pekerjaan yang berat menjadi ringan. Dengan ilmu manusia memperoleh segala yang ia cita-citakan. Ilmu adalah sumber kehidupan.

Agama Islam memandang bahwa ilmu pengetahuan adalah hal yang sangat penting. Orang-orang yang memiliki pengetahuan Allah Swt. janjikan dengan derajat yang tinggi di sisi-Nya, apalagi di sisi manusia lainnya. Demikian pula Rasulullah saw. yang menganjurkan setiap umat Islam agar menuntut ilmu setinggi-tingginya. Rasulullah menyatakan bahwa orang-orang yang menuntut ilmu sama besar pahalanya dengan orang yang berjihad di jalan Allah. Bahkan ia memerintahkan agar menuntut ilmu tidak hanya dilakukan di negeri terdekat saja, tetapi iamemerintahkan mencari ilmu walau harus dengan jarak yang sangat jauh. “Carilah ilmu hingga ke negeri Cina!” Demikian sabdanya sebagai motivasi kepada umat Islam untuk selalu bersemangat dalam menuntut ilmu.

Orang-orang yang berjuang di bidang pengetahuan, oleh agama Islam disamakan nilainya dengan orang-orang yang berjuang di medan perang. Dalam hal ini Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah saw. bersabda, ‘Di akhirat nanti tinta ulama ditimbang dengan darah para syuhada. Ternyata yang lebih berat adalah tinta ulama dibandingkan dengan darah syuhada”. (H.R. Ibnu Najar)

Tugas umat Islam adalah untuk mempelajari agamanya, serta mengamalkannya dengan baik, kemudian menyampaikan pengetahuan agama itu kepada yang belum mengetahuinya. Tugas-tugas tersebut merupakan tugas umat dan tugas setiap pribadi muslim sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan masing-masing.

● Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-:
“Siapa yang menunjukkan kebaikan, maka baginya pahala orang yang melakukannya..” [HR. Muslim]

● Ibnul Mubarok -rohimahulloh-:
“Aku tidak tahu derajat setelah kenabian yang lebih mulia daripada menyebarkan ilmu (agama)..”  [Tahdzibul Kamal 16/20]

● Ibnul jauzi -rohimahulloh-:
“Siapa yang tidak ingin terputus amalnya setelah matinya, maka sebarkanlah ilmu (agama)..”  [At-Tadzkiroh 55].

● Ibnul Qoyyim -rohimahulloh-:
“Mendermakan ilmu (agama) dan memberikannya kepada orang lain, termasuk diantara kedermawanan yang paling tinggi tingkatannya.
Dermawan dengan ilmu (agama) lebih afdhol daripada dermawan dengan harta, karena ilmu (agama) lebih mulia daripada harta..”  [Madarijus Salikin 2/281]

● Syeikh Binbaz -rohimahulloh-:
“Harusnya engkau berusaha untuk menyebarkan ilmu dengan seluruh semangat dan kekuatanmu. Jangan sampai para pengikut kebatilan lebih giat dalam kebatilannya..” [Majmu’ul Fatawa 6/67].

● “Yang disyariatkan bagi seorang muslim ketika mendengar faidah (ilmu) adalah menyampaikannya kepada orang lain..

Begitu pula seorang muslimah, hendaknya menyampaikan ilmu yang dia dengar kepada yang lainnya. Sebagaimana sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam ‘sampaikanlah dariku meski hanya satu ayat’, dan dahulu saat berkhutbah, Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam biasa mengatakan: ‘hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang ghoib (tidak hadir)’..” [Majmu’ul Fatawa 4/54].

● Syeikh ‘Utsaimin rohimahulloh:
“Aku pernah diwasiati oleh seorang awam, dia mengatakan kepadaku: ‘wahai anakku, berusahalah untuk menyebarkan ilmu, walaupun di majlis-majlis umum, seperti: kopdaran, atau makan bersama, atau yang semisalnya..

Jangan tinggalkan -satu majlis pun- kecuali engkau telah menghadiahkan kepada orang-orang duduk di situ, meski hanya satu masalah..

Orang itu telah mewasiatkan hal ini kepadaku, dan aku juga mewasiatkan hal yang sama kepada kalian, karena itu wasiat yang bermanfaat..”
[Atta’liq ala shohih muslim, hadits no: 1147, 1152,1154].

● Syeikh Shalih Alu Syeikh -hafizhohulloh-:
“Perjuangan (jihad) yang paling besar untuk melawan musuh Allah jalla wa’ala dan setan adalah menyebarkan ilmu, maka sebarkanlah ilmu di semua tempat, sesuai kemampuanmu..”  [Al-Washoyal Jaliyyah: 46]

——-

Maka hendaklah kita bersemangat dalam menyebarkan ilmu agama, terutama ilmu tentang Allah dan ilmu tentang Rosul-Nya.

Karena ilmu yang paling mulia adalah ilmu tentang Allah (tauhid), karena ia berhubungan dengan Allah ta’ala, dzat yang paling mulia.. Kemudian ilmu tentang Nabi dan sunnahnya, karena beliau adalah makhluk yang paling mulia, dan sunnahnya merupakan ajaran yqng paling tinggi derajatnya.

Dan ingatlah bahwa berbagi ilmu agama, tidak harus dengan membuat status sendiri, tapi bisa juga dengan menyebarkan status yang ditulis orang lain.

Semoga bermanfaat.

Sumber :
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
PAI KELAS X BAB 11 Nikmatnya MencariIlmu dan Indahnya Berbagi Pengetahuan

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga menjadikan amal jariyah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.