budidaya ikan komet

Menggali Potensi Bisnis dengan Cara Budidaya Ikan Komet

Faktanya, ikan komet dapat memakan apa saja yang ada di dalam aquarium untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dalam tubuhnya sehingga ikan hias ini termasuk kedalam jenis ikan omnivora

Sifatnya yang sangat agresif, sehingga akan sangat jarang ketika melihatnya dalam keadaan diam. Ikan komet akan selalu bergerak dengan lincah menggemulaikan ekornya yang lebar, panjang dan lentur.

Budidaya Ikan Komet di Akuarium, Mudah untuk dipraktekkan!

Popularitasnya yang saat ini sedang menanjak di kalangan pecinta akuarium dan aquascape membuat bisnis ikan komet cukup menjanjikan dan menguntungkan, lho!

Budidaya yang mudah dan relatif cepat bisa Anda lakukan di rumah saja. Jika Anda tertarik untuk membudidayakan ikan komet di aquarium, simak panduan lengkapnya dengan seksama di bawah ini :

  1. Pemilihan Bibit Indukan

Dalam memilih indukan ikan komet baik yang jantan maupun betina sangatlah penting karena kualitas bibit ikan komet juga tergantung pada kualitas induknya. Kemudian pilih indukan ikan yang sudah mempunyai gonad yang matang. 

Indukan jantan memiliki motif bintik-bintik bulat menonjol di bagian sirip yang terasa kasar ketika dipegang dan memiliki cairan putih pada perutnya. 

Sedangkan indukan betina memiliki pola bintik yang rata pada siripnya serta terasa halus ketika disentuh dan memiliki cairan kekuningan. Selengkapnya baca pembenihan ikan komet pdf untuk lebih lengkapnya

Biasanya ciri-ciri jika ikan komet mempunyai gonad yang sudah matang berada pada usia sekitar 8 bulan ke atas. Maka sangat penting bagi Anda untuk menanyakan usia indukan ikan pada saat membelinya.

  1. Persiapkan Media Budidaya

Langkah selanjutnya adalah siapkan media akuarium yang berukuran minimal 60 x 40 x 40 cm dan telah melalui proses tahapan berikut : 

  • Cuci akuarium di bawah air mengalir hingga bersih dari kotoran dan debu yang menempel menggunakan sedikit sabun. 
  • Gunakan cairan alkohol 70% untuk membersihkan akuarium agar terbebas dari bakteri dan virus. 
  • Isi akuarium dengan air yang sudah diendapkan sehari semalam hingga mencapai ketinggian 30 cm. 
  • Tambahkan beberapa tanaman apung seperti enceng gondok di permukaan air di tempat pemijahan budidaya ikan komet
  1. Pemijahan Ikan Komet

Proses selanjutnya yang paling penting adalah melakukan pemijahan. Pemijahan adalah proses dalam mengawinkan antara indukan jantan dan betina pada satu wadah.

Disarankan perbandingannya yaitu 1 jantan dan 2 betina. Karena ikan jantan akan terus mengejar betina sampai pada akhirnya ikan jantan akan membuahi ikan betina tersebut

Saat telur ikan komet keluar, telur ini pun akan menempel pada tanaman enceng gondok atau sejenisnya. Dan keesokan harinya Anda bisa menemukan telur pada tanaman eceng gondok yang menandakan proses pemijahan sukses dilakukan

Jika Anda ingin ikan komet cepat bertelur, Anda harus melakukan pemijahan dengan baik dan benar sesuai dengan prosesnya 

  1. Pemeliharaan

Dalam kurun waktu selama 2-3 hari kemudian telur akan menetas menjadi bibit ikan komet. Selama 15 hari pertama, bibit dapat mencari makanan alami yang ada di akuarium.

Anda bisa memberi makan ikan komet berupa jentik nyamuk, serangga kecil, cacing darah, dan udang kecil saat ikan sudah mulai besar sesuai takaran

Perlu di ingat, jangan sampai Anda salah dalam membudidayakan ikan komet, karena bisa membuat pertumbuhan ikan komet dan usia dan jadi pendek. Ikan dapat tumbuh hingga panjangnya mencapai 33 sentimeter jika dirawat dengan benar

  1. Panen Ikan

Apabila Anda ingin menjual indukan ikan komet, maka usia minimal panennya saat 8 bulan. Saat melakukan panen sebaiknya tidak seluruhnya diambil, sisakan beberapa untuk menjadi indukan dan menghasilkan anakan untuk dibesarkan kembali.

Kemudian pisahkan ikan komet sesuai dengan pola yang terdapat pada tubuhnya untuk mempermudah dalam menentukan harga jual. Biasanya harga ikan komet dijual sekitar Rp. 3000 hingga Rp. 15.000 tergantung dengan jenis, variasi dan ukurannya

Untuk lebih lengkapnya, tersedia panduan budidaya ikan komet pdf sehingga lebih mudah bagi Anda untuk mempelajari prosesnya dari awal hingga akhir secara lengkap bertahap. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.