Manfaat dan Kandungan Asam Jawa

Kontenjempolan.id-Manfaat dan Kandungan Asam Jawa. Kali ini kontenjempolan.id akan membahas tentang Asam Jawa dari Asal Usulnya, Kandungannya, Manfaatnya serta efek sampingnya, Semoga dapat menjadi reverensi.

ASAM JAWA (Tamarindus indica)

Apa Itu Asam Jawa?

Tumbuhan asam Jawa (Tamarindus indica) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak dibudidayakan di negara tropis sehingga dapat dengan mudah ditemukan termasuk di Indonesia. Manfaat tumbuhan ini biasanya  sebagai bahan pengobatan tradisional. Bagian tumbuhan Asam jawa (Tamarindus indica) yang biasa untuk pengobatan antara lain bagian daun, kulit batang, daging buah, dan juga bijinya.

Asam Jawa (Tamarindus indica) merupakan tumbuhan tahunan yang tinggi dan berukuran besar, tingginya dapat mencapai 25 m. Batang pohon Asam jawa cukup keras, dapat tumbuh menjadi besar dan memiliki daun yang rindang. Tumbuhan ini memiliki daun yang bertangkai panjang, sekitar 17 cm dan bersirip genap. Tumbuhan Tamarindus indica L. memiliki bunga yang berwarna kuning kemerah-merahan dan buah dengan tipe polong berwarna cokelat dengan rasa khas asam. Dalam buahnya selain terdapat kulit yang membungkus daging buah juga terdapat biji berjumlah 2-5 yang berbentuk pipih dengan warna cokelat agak kehitaman.

Daun Asam jawa yang masih muda memiliki rasa yang asam dan dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah sinom untuk membedakannya dengan daun yang sudah tua . Helaian anak daun berwarna hijau kecokelatan atau hijau muda, berbentuk bundar panjang, panjangnya sekitar 1-2,5 cm dan lebarnya sekitar 4-8 mm, ujung daun membundar kadang-kadang berlekuk, pangkal daun membundar, pinggir daun rata dan hampir sejajar satu sama lain. Tangkai daun sangat pendek sehingga mirip duduk daun. Kedua permukaan daun halus dan licin, dan permukaan bawah berwarna lebih muda.

Kandungan Asam Jawa

Berdasarkan hasil identifikasi fitokimia pada ekstrak daun Asam jawa menunjukkan adanya kandungan senyawa aktif berupa tanin, flavonoid dan saponin. Fakhrurrazi et al. (2016) menyebutkan dalam jurnalnya, bahwa pada ekstrak daun Asam jawa memiliki kemampuan antibakteri, antijamur, antiinflamasi, dan aktivitas antioksidan. Daun Asam jawa memiliki banyak kandungan antara lain protein, lemak, serat, asam tatrat, dan metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, mineral seperti sodium (natrium), potasium (kalium), magnesium, fosfor, kalsium, dan sulfur. Selain mineral juga ada beberapa vitamin seperti thiamin (vitamin B1), pektin, ribhoflavin (vitamin B2), β-karoten (vitamin A), asam askorbat (vitamin C), dan niasin (vitamin B3 atau B kompleks). Kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak daun Asam jawa yang berupa flavonoid, tannin, saponin, dan alkaloid ini lah yang membuat daun Asam jawa dapat berkhasiat sebagai antibakteri.

Manfaat Asam Jawa

Tumbuhan Asam jawa merupakan tumbuhan multiguna karena hampir seluruh bagian pohonnya dapat dimanfaatkan. Asam jawa juga digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti demam, disentri, hepatitis, gonorhoea, dan gangguan pencernaan. Daun Asam jawa memiliki banyak kandungan zat aktif yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dan juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Getah daun Asam jawa memiliki khasiat diuretik. 16 Dekokta daunnya juga dapat digunakan untuk mengatasi batuk dan demam.

Tumbuhan Asam Jawa juga bisa sebagai alternatif pengobatan beberapa penyakit seperti:

1. AntiDiabetes

Diabetes mellitus merupakan penyakit pada ganguan metabolisme yang menyebabkan kadar glukosa serum darah di atas normal atau sering juga disebut dengan hiperglikemia. Asam jawa sebagai pengobatan tradisional untuk diabetes mellitus. Pemberian ekstrak air biji Asam jawa mencegah peningkatan insulin serum saat puasa, trigliserida, kolesterol total, lipoprotein densitas sangat rendah, lipoprotein densitas rendah.

Suplementasi ekstrak Asam jawa mungkin memperbaiki sindrom metabolik karena peningkatan insulin. Dosis tunggal dan multidosis ekstrak kulit biji hidroetanol Asam jawa secara signifikan mengurangi kadar glukosa darah pada normoglikemik dan kadar glukosa pada hiperglikemik yang diinduksi dengan aloksan. Ekstrak kulit biji hidroetanol Asam jawa memberi efek perlindungan pada sel β pankreas. Peningkatan ekstrak kulit biji hidroetanol Asam jawa juga akan meningkatkan penyerapan glukosa pada hemi-diafragma dan mencegah penurunan berat badan.

2. AntiMikroba

Ekstrak buah Asam jawa menghambat pertumbuhan Salmonella paratyphi, Bacillus subtilis, Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus. Ekstrak air pulp buah Asam jawa memiliki sensivitas yang berbeda-beda terhadap bakteri yaitu Staphylococcus aureus > Escherichia coli>Pseudomonas aeruginosa namun tidak sensitif terhadap Salmonella typhi. Bioaktivitas anti bakteri berhubungan dengan kandungan glikosida flavanoid berupa orientin dan vitexin. Ekstrak berair dan organik (aseton dan etanol) buah Asam jawa mengandung tanin, saponin, sesquiterpen, alkaloid dan phlobatamins memiliki aktivitas terhadap bakteri gram positif dan bakteri gram negative. Ekstrak air pulp buah Asam jawamengandung saponin, alkaloid dan glikosida.

3. AntiOksidan

Radikal bebas menyebabkan terjadinya ketidakstabilan electron di dalam tubuh yang mengakibatkan stress oksidatif yang secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada berbagai penyakit seperti stroke, diabetes mellitus. Senyawa yang menghambat stres oksidatif disebut dengan antioksidan. Razali et al (2012) menyatakan bahwa terdapat korelasi positif antara kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan yang dihasilkan tanaman.

4. Menurunkan Berat Badan

Asam jawa mengandung serat dan rendah lemak yang baik untuk menurunkan berat badan. Kandungan serat seperti flavonoid dan polifenol bisa meningkatkan metabolisme untuk menurunkan berat badan. Asam jawa juga mengandung asam hidroksisitrat yang berguna untuk mengurangi nafsu makan dan menghambat enzim amilase. Enzim ini bertanggung jawab mengubah karbohidrat menjadi lemak.

5. Menyehatkan Pencernaan

Asam Jawa bisa juga sebagai obat pencahar alami. Asam Jawa mengandung serat yang bisa melarutkan dan mempermudah proses pencernaan. Kandungan buah ini bisa merangsang aktivitas empedu dan asam empedu untuk penyerapan lemak dan vitamin yang larut dalam usus.

6. Kesehatan Jantung

Menurut jurnal Food and Chemical Toxicology, asam jawa bisa membantu menurunkan kolesterol LDL (jahat). Serat pada buah ini bisa membantu mengikis kolesterol jahat dari pembuluh darah dan arteri.

Mengutip dari organic facts.net, penelitian yang diterbitkan tahun 2013 menemukan asam jawa bisa membersihkan kolesterol jahat, menekan trigliserida, dan menghambat kolesterol.

7. Anti Kanker

Antioksidan bisa mencegah radikal bebas dan kerusakan DNA sel. Para Ilmuwan percaya kanker dimulai dari kerusakan DNA pada sel. Asam jawa memiliki fitokimia dan beta-karoten yang bisa mengurangi pertumbuhan sel kanker.

8. Kesehatan Otak

Vitamin B pada asam jawa mengandung tiamin dan folat. Vitamin ini untuk kesehatan otak dan sistem saraf.

9. Kesehatan Tulang

Asam jawa mengandung vitamin D dan magnesium yang baik untuk tulang. Magnesium bermanfaat untuk menambah kepadatan tulang terutama untuk manula. Magnesium dan kalsium banyak ditemukan pada nabati. Kombinasi mineral ini bisa mencegah patah tulang dan osteoporosis (penyakit yang menyebabkan berkurangnya kepadatan tulang).

Efek Samping

Asam jawa di Indonesia sebagai obat herbal untuk membantu meredakan beberapa penyakit. Namun, asam jawa memiliki efek samping jika dikonsumsi berlebihan. Beberapa orang yang menderita penyakit tertentu dianjurkan tidak mengkonsumsi asam jawa. Berikut efek samping asam jawa bagi tubuh:

1. Menurunkan Tekanan Darah

Asam jawa berpotensi menurunkan tekanan darah. Jika anda sedang menjalani pengobatan, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk mengkonsumsi asam jawa.

2. Bereaksi Dengan Obat-Obatan Tertentu

Asam jawa memiliki sifat pengencer yang bisa berinteraksi dengan jenis obat-obatan tertentu seperti aspiri. Sebaiknya anda menghindari jenis konsumsi asam jawa jika mengkonsumsi obat- obatan.

3. Berdampak Pada Gula Darah

Asam jawa bisa menurunkan kolesterol tetapi pantau kadar gula darah ketika konsumsi asam jawa. Ada bisa konsultasi ke dokter jika terjadi perubahan kadar gula darah dalam tubuh.

4. Keracunan

Beberapa produk permen yang terbuat dari asam jawa mengandung racun timbal. US Food and Drug Administration (FDA) Level of Concern, menemukan penelitian dan bukti kandungan timah pada permen asam jawa. Kandungan lain bisa berbahaya jika dikonsumsi anak-anak dalam jangka panjang.

Dilihat dari manfaatnya yang banyak Asam Jawa bisa direkomendasiikan sebagai obat alternatif. Akan tetapi, penggunaan tanaman ini lebih baik konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter dan ahli herbal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.