Makna Puisi Antara Karawang-Bekasi karya Chairil Anwar halaman 55 PPkn SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka

kontenjempolan.id-Makna Puisi Antara Karawang-Bekasi karya Chairil Anwar halaman 55 PPkn SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka. Kali ini kontenjempolan.id akan menyampaikan makna dari puisi yang di tulis oleh Chairil Anwar. Semoga kita dapat memahami makna pusisi tersebut.

Siswa Aktif

Carilah puisi-puisi perjuangan dari Chairil Anwar seperti yang berjudul ‘Diponegoro’ atau ‘Antara Karawang dan Bekasi’. Baca dengan cermat puisi tersebut dan hayati. Coba diskusikan dengan teman sebangkumu, apa makna dari puisi tersebut. Selanjutnya bergiliranlah maju ke depan kelas, dan bacakan puisi tersebut dengan syahdu.

Antara Karawang – Bekasi

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,

Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi

 

Makna dari Puisi Antara Karawang – Bekasi:

Nilai dan konsep patriotisme dihadirkan dalam setiap bait puisi Karawang Bekasi. Sikap berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Di mana pengorbanan tersebut bisa berupa harta, benda, keluarga, tenaga, hingga jiwa dan raga.

Puisi Karawang Bekasi mengandung pesan kepada pembacanya untuk mengenang jasa pahlawan, memberikan mereka arti dengan tetap mempertahankan apa yang telah diperjuangkan.

Pahlawan dengan semangat menggebu kini sudah tidak bisa lagi mengobarkan apinya. Selanjutnya tugas generasi masa kini untuk melanjutkan membangun negara Indonesia menjadi negara yang berkualitas.

 

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga Bermanfaat.

Untuk mendapat materi Kurikulum Merdeka Lainnya dapat di akses melalui kontenjempolan.id.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.