Kunci Jawaban Uji Kompetensi halaman 42 “Norma dan UUUD NRI Tahun 1945” PPKn SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka

kontenjempolan.id-Kunci Jawaban Uji Kompetensi halaman 42 “Norma dan UUUD NRI Tahun 1945” PPKn SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka.

Uji Kompetensi

1. Ada norma di rumah bahwa setiap orang harus merapikan tempat tidur masing-masing sebelum beraktivitas keluar. Anak-anak juga harus merapikan tempat tidur dulu dan membantu menyapu lantai sebelum berangkat ke sekolah. Suatu hari, guru meminta muridnya hari itu untuk datang lebih pagi karena ada acara di sekolah, sehingga tak ada untuk menjalankan norma di rumah tersebut. Apa yang akan kalian lakukan?

Jawaban:

Yang akan saya lakukan adalah saya akan mendahulukan kewajiban untuk datang lebih pagi karena ada acara di sekolah. Barangkali ini menyangkut kepentingan orang banyak dan acara sepeti ini tidak di adakan setiap hari.

Sedangkan Norma yang rutin dirumah yang saya lakukan adalah Meminta izin kepada orang tua agar norma untuk merapikan tempat tidur dapat saya lakukan atau kerjakan setelah pulang sekolah, kemudian dilanjutkan dengan membantu menyapu lantai.

2. Sebagai siswa, kalian tentu memiliki kewajiban serta hak masing-masing. Di antara kewajiban tersebut adalah belajar mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Sedangkan hak siswa adalah menerima bimbingan dari guru. Karena wabah virus Covid-19, kalian harus belajar di rumah dan tidak lagi menerima hak untuk dibimbing di kelas. Sedangkan belajar jarak jauh melalui internet atau daring juga tidak dapat dilakukan karena sarananya tidak mencukupi. Apa yang akan kalian lakukan menyangkut kewajiban dan hak tersebut?

Jawaban:

Salah satu kewajiban kita sebagai siswa adalah belajar, meskipun terkendala Covid-19.

Jika guru tidak dapat memberikan hak kita karena kendala pandemi, kita dapat meminta bantuan dari orang tua, kakak, atau pun orang lain yang mampu mengajari dan membimbing kita dalam belajar. Agar terpenuhi Haknya guru dapat memantau belajar dengan cara sepekan sekali menghubungi orangtua kita bagaimana kemajuan atau pemahaman dalam memahami materi.

3. Berdasarkan UUD NRI 1945, awalnya presiden Indonesia dapat dipilih berulangkali setiap lima tahun. Melalui amendemen pertama tahun 1999, aturan itu diubah. Setelah lima tahun menjabat, presiden hanya boleh dipilih sekali lagi untuk lima tahun berikutnya. Menurut kalian, apa yang akan terjadi kalau tidak ada amendemen itu? Bagaimana kira-kira keadaan Indonesia tanpa amendemen tersebut?

Jawaban:

Jika tidak terjadi amandemen, maka presiden dapat mencalonkan diri lebih dari dua periode.

Jika sebuah negara dipimpin oleh seorang pemimpin yang menjabat dalam waktu yang sangat lama, maka dikhawatirkan akan memicu kekacauan, seperti:

a. Abuse of Power, menyalahgunakan kekuasaan,

b. Timbulnya kultus individu,

c. Regenerasi kepemimpinan nasional macet,

d. Seseorang akan otoriter.

e. Seseorang bisa menjadi diktator

Demikian yang dapat kami bahas, semoga dapat menjadi reverensi belajar adik-adik dalam memahami Norma dan UUUD NRI Tahun 1945.

Disclaimer: artikel ini bertujuan untuk membantu siswa dalam belajar. Jawaban bersifat tidak mutlak dan terbuka sehingga dapat dikembangkan kembali oleh siswa dengan bimbingan guru maupun orang tua.

Untuk mencari pembahasan Soal materi Kurikulum Merdeka yang lain dapat di akses melalui kontenjempolan.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.