Kunci Jawaban Lembar Aktifitas 11 halaman 70, 71, dan 72 Kisah Inspiratif “Tradisi Sasi: Menjaga Keberlanjutan Kehidupan” Sejarah SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka

Kontenjempolan.id-Kunci Jawaban Lembar Aktifitas 11 halaman 70, 71, dan 72 Kisah Inspiratif “Tradisi Sasi: Menjaga Keberlanjutan Kehidupan” Sejarah SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka.

Lembar Aktivitas 11

Kisah Inspiratif

Tradisi Sasi: Menjaga Keberlanjutan Kehidupan

Sasi adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat adat di Maluku dan Papua Barat untuk melindungi dan mengelola sumber daya alam di darat dan laut. Sasi berarti larangan atau sanksi. Sasi juga dapat dipahami sebagai larangan untuk mengambil sumber daya alam dalam jangka waktu tertentu sehingga terjaga keberlanjutannya. Bagi masyarakat yang tinggal di laut maupun dekat lautan dan sungai, mereka memiliki ketergantungan yang tinggi dengan sumber daya laut dan sungai sehingga mereka menyadari betapa pentingnya menjaga kelestarian dan keberlanjutan lingkungan.

Sejarah tradisi Sasi diyakini telah berlangsung sejak dahulu kala yang dilakukan antara masyarakat adat/kampung, kepala adat, dan tokoh masyarakat. Terdapat berbagai macam aturan dalam praktik Sasi, misalnya: pada Sasi Lompa masyarakat Pulau Haruku, Maluku Tengah, yang telah dipraktikkan sejak abad ke-16. Sasi ini mengatur kapan ikan lompa bisa dipanen oleh masyarakat. Ikan lompa adalah sejenis ikan sarden yang terdapat di laut sekitar Pulau Haruku. Jika ada yang melanggar dengan mengambil ikan di luar waktu yang telah ditentukan, maka akan mendapatkan sanksi moral dan sosial. Tujuan dari Sasi Lompa adalah menjaga agar ikan dapat berkembang biak dan tidak punah sehingga masyarakat dapat terus menikmatinya. Pada zaman dahulu, Sasi lompa dapat dilakukan sebanyak 3-4 kali dalam setahun tetapi sekarang hanya setahun sekali.

Tradisi Sasi dapat diartikan sebagai norma. Hampir semua masyarakat selalu memiliki norma. Berdasarkan KBBI norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai dan berterima.

Praktik tradisi Sasi dilakukan secara turun-menurun sebagai konservasi sumber daya alam di wilayah Kepulauan Maluku—baik di Halmahera, Haruku, Ternate, Buru, Seram, Ambon, Kepulauan Lease, Watubela, Banda, Kepulauan Kei, Aru dan Kepulauan Barat Daya, serta Kepulauan Tenggara di bagian barat daya Maluku. Selain itu, tradisi ini juga terdapat di wilayah Papua Barat yaitu Raja Ampat, Sorong, Manokwari, Nabire, Biak dan Numfor, Yapen, Waropen, Sarmi, Kaimana, dan Fakfak.

Sumber:

Balitbang, Kemendikbud. (2015). Pengayaan Bahan Ajar Mulok Bidang Kebudayaan Pelestarian Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal. Jakarta.

Persada, N. P. R., Mangunjaya, F. M., & Tobing, I. S. (2018). Sasi sebagai budaya konservasi sumber daya alam di Kepulauan Maluku. Ilmu dan Budaya, 41(59).

https://katadata.co.id/padjar/berita/6046153e28ccf/tradisi-sasihukum-adat-jaga-ekosistem-laut

TUGAS

1. Jelaskan tentang bagaimana sejarah tradisi Sasi!

Jawaban:

Dalam sejarah masyarakat Maluku, budaya sasi merupakan kearifan lokal masyarakat yang telah ada sejak dahulu kala dan merupakan komitmen bersama baik oleh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama. Hal ini didasarkan pada kesadaran bahwa tanpa lingkungan masyarakat tidak dapat hidup dengan layak, sehingga sasi harus dipertahankankan oleh generasi ke generasi (Karepesina dkk, 2013). Praktek sasi merupakan sebuah upaya perlindungan dalam mengelola sumber daya alam yang ada di Kepulauan Maluku (Kusapy dkk, 2005). Menurut Kissya (1993), sasi pada hakekatnya merupakan suatu upaya untuk memelihara tata krama hidup bermasyarakat, termasuk upaya ke arah pemerataan pembagian atau pendapatan dari hasil sumberdaya alam sekitar kepada seluruh warga atau penduduk setempat.

Renjaan (2013) juga menyebutkan bahwa sasi adalah suatu bentuk larangan pengambilan sumber daya alam baik di darat maupun di laut dalam kurun waktu tertentu sehingga memungkinkan sumberdaya alam dapat tumbuh, berkembang dan dilestarikan. Ini artinya, masyarakat memang telah menyadari bahwa alam adalah bagian yang tidak dapat dilepaspisahkan dengan kehidupan mereka.

Pelaksanaan sasi di Maluku juga tidak terlepas dari aturan-aturan yang berlaku, baik secara tertulis maupun tidak tertulis, yang dikenal dengan hukum sasi. Hukum sasi adalah suatu sistem hukum lokal yang berisikan larangan dan keharusan untuk mengambil potensi sumber daya alam untuk jangka waktu tertentu (Pattinama dan Pattipelohy, 2003). Tujuan utama dilakukannya sasi adalah untuk menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan dunia spiritual, dan pelanggaran atas pelaksanaan sasi akan memperoleh sanksi berdasarkan dunia spiritual dan sanksi masyarakat.

2. Mengapa terdapat tradisi Sasi?

Jawaban:

karena tradisi sasi merupakan sebuah upaya perlindungan dalam mengelola sumber daya alam yang ada di Kepulauan Maluku. Tujuan utama dilakukannya sasi adalah untuk menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan dunia spiritual, dan pelanggaran atas pelaksanaan sasi akan memperoleh sanksi berdasarkan dunia spiritual dan sanksi masyarakat.

3. Jelaskan manfaat tradisi Sasi bagi kehidupan?

Jawaban:

Keberadaan sasi tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat dan membantu masyarakat agar dapat memanfaatkan semua potensi yang ada pada alam ini dengan sebijaksana mungkin, agar hasil-hasil alam yang melimpah tidak saja di manfaatkan oleh masyarakat yang hidup pada saat ini, tetapi juga bagi generasi di masa yang akan datang.

4. Jelaskan tantangan dari tradisi Sasi pada masa kini?

Jawaban:

Sasi merupakan adat dari daerah Maluku. Sasi merupakan cara mengatur sumber daya alam tertentu. Sasi berasal dari bahasa Bacan yang berarti sumpah, baiat, janji. Tantangan melaksanakan tradisi Sasi adalah konsistensi.

5. Berikan pula solusi untuk mengatasi tantangan tersebut!

Jawaban:

Cara-cara mengatasi tantangan tradisi Sasii adalah:

a. Melakukan tumpuan berdasarkan teologi ketuhanan, karena semua agama memerintahkan untuk menjaga alam.

b. Melakukan penegasan bahwa Sasi masih berlaku sebagai hukuman bagi perusak sumber-sumber daya.

6. Perhatikan tempat tinggal kalian, apakah memiliki tradisi serupa seperti tradisi Sasi? Jika iya, jelaskan bagaimana sejarahnya, bagaimana tradisi tersebut dapat menjadi norma dan dampaknya bagi masyarakat di tempat kalian?

Jawaban: (Dijawab sesuai dengan daerah masing-masing)

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat untuk adik-adik sebagi reverensi belajar.

Untuk mendapatkan materi Kurikulum Merdeka yang lain dapat di akses ke alamat kontenjempolan.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.