Kunci Jawaban halaman 143 PPKn SMA/SMK Kelas 10 Kurikulum Merdeka

kontenjempolan.id-Kunci Jawaban halaman 143 PPKn SMA/SMK Kelas 10 Kurikulum Merdeka.

Diskusikan juga beberapa pertanyaan berikut:

1) Bagaimana pendapatmu tentang banyaknya kasus kekerasan yang terjadi kepada kelompok minoritas?

Jawaban:

Minoritas adalah kelompok yang jumlah pengikutnya lebih sedikit dibandingkan kelompok lain. Kelompok etnis Tionghoa, Arab, India, Eropa dan Jepang, merupakan contoh minoritas etnik yang terdapat di Indonesia. Diskriminasi sering kali terjadi diawali dengan prasangka. Dengan prasangka, kita membuat perbedaan antara kita dengan orang lain. Pembedaan ini terjadi karena kita adalah makhluk social yang secara alami ingin berkumpul dengan orang yang memiliki kemiripan dengan kita. Diskriminasi terhadap kaum minoritas ini terjadi karena munculnya prejudice dan stereotip-stereotip yang “mengendalikan” eksistensi kelompok yang baginya terlihat aneh dan asing dari nilai-nilainya.

Dengan demikian, pendapat saya tentang banyaknya kasus kekerasan yang terjadi kepada kelompok minoritas >> saya sangat tidak setuju adanya kasus kekerasan terhadap kaum minoritas, karena kaum minoritas ini juga bagian dari NKRI yang berarti merupakan saudara sebangsa dan tanah air. Sehingga seharusnya mendapat perlakuan yang adil dan layak.

2) Mengapa sampai terjadi banyak sekali kekerasan terhadap kelompok minoritas?

Jawaban:

Penyebab Diskriminasi terjadi karena adanya unsur kekuasaan dari pihak mayoritas ke pihak minoritas. Terdapat dua penyebab utama yang melahirkan perpecahan beserta jenis-jenisnya sebagai berikut :

a. Kecurigaan di Awal

Sebagai prasangka buruk terhadap seseorang atau suatu golongan, kecurigaan dapat memunculkan perpecahan tanpa alasan kuat. Jika kecurigaan telah tercipta, maka kebenaran pun tidak akan dipertimbangkan terlebih dahulu. Alhasil, pihak yang melakukan tindakan tersebut merasa bahwa argumennya selalu benar.

b. Asumsi yang Melekat

Hampir serupa dengan poin sebelumnya, hanya saja asumsi di sini mengacu pada hal yang lebih spesifik yaitu stereotip. Setiap masyarakat dengan suku, agama, ras, dan gender yang berbeda pasti memiliki masing-masing asumsi yang sudah melekat dalam ingatan mereka. Misalnya, ketika suku di Papua dianggap sebagai salah satu daerah yang tertinggal, di mana pendidikan dan kesejahteraan masih jauh di bawah standar umumnya.

3) Apakah kekerasan yang terjadi patut untuk dilakukan?

Jawaban:

Segala bentuk tindak kekerasan tidak patut dilakukan.

Kekerasan merupakan tindak kejahatan. Pelaku tindak kejahatan kekerasan dapat dikenakan sanksi sosial, hukum adat, maupun hukum negara. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir terkait tindak kekerasan seperti sadar akan perbuatan kekerasan melanggar hukum dan agama, sosialisasi anti kekerasan, menyelesaikan masalah dengan bijak, menerapkan dan menegaskan bahwa hukum pelanggaran kekerasan berlaku, dan lainnya.

4) Bagaimana cara mengubah situasi dan kondisi tersebut menjadi lebih baik?

Jawaban:

Cara mengubah situasi dan kondisi di atas

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghindari pertikaian atau tindak kekerasan. Menciptakan lingkungan yang damai, nyaman untuk tempat tinggal, tentram apabila setiap orang memiliki toleransi, saling menghargai dan menghormati, tidak memandang rendah suatu golongan, lapang dada dan lainnya. Apabila kekerasan tidak terjadi maka semangat persatuan dan kesatuan bangsa tetap dapat terjaga.

Untuk mendapatkan Pembahasan Soal Kurikulum Merdeka mata pelajaran lainnya dapat diakses melalui kontenjempolan.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.