Kunci Jawaban Aktivitas 5.2 halaman 101 Mari Bertafakur Buatlah Pertanyaan Sesuai Bacaan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka

kontenjempolan.id-Kunci Jawaban Aktivitas 5.2 halaman 101 Mari Bertafakur Buatlah Pertanyaan Sesuai Bacaan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka.

Mari Bertafakur

Aktivitas 5.2

Bacalah uraian di bawah ini untuk dijadikan renungan!

Kalian pasti akan bertanya, mengapa sejarah penting dipelajari? Pertanyaan seperti ini tentu bisa diarahkan pada satu fase kemajuan Islam di masa lampau. Sejarah memberikan penjelasan mengenai kemajuan bangsa, contohnya pada masa Umayyah di Damaskus (661-750 M). Sebagai muslim selayaknya kita bangga bahwa umat Islam pernah mengalami kejayaan. Namun, di samping itu terdapat pula informasi kemunduran umat Islam pada masa tertentu. Hal tersebut dapat menyadarkan kita untuk memperbaiki keadaan dan menumbuhkan semangat mencapai kemajuan.

Gambar 5.1
Kitab karya Ibnu Batutah

Kita tidak boleh melupakan sejarah. Dengan mempelajari sejarah, kita dapat mengetahui hal positif dan negatif. Kedua hal ini menjadi pendorong untuk memperbaiki perilaku dan membangun peradaban baru.

Dengan mempelajari sejarah, kita bisa memahami keunggulan suatu bangsa. Umat Islam pernah berjaya pada zaman Umayyah di Damaskus pada tahun 661-750 M. Sementara di belahan dunia lain, Eropa sedang mengalami zaman kegelapan. Nilai-nilai penting dari sejarah dapat menjadi penyemangat dalam meningkatkan prestasi sesuai dengan kondisi kehidupan sekarang dan masa depan.

Setelah membaca uraian Mari Bertafakur di atas, tentu muncul pertanyaan dalam benak kalian. Silahkan tulis 3 pertanyaan sebagaimana pada tabel berikut kemudian serahkan pertanyaan tersebut pada teman di samping kalian untuk dijawab!

Jawaban:

Pertanyaan

1. Siapa yang memimpin pada zaman Umayyah mendapatkan kejayaan di Damaskus?

Jawaban:

Masa kejayaan Bani Umayyah terjadi pada dua periode pemerintahan. Keduanya adalah saat Bani Umayyah dipimpin Al Walid bin Abdul Malik (89-96 H)/(705-715 M) dan Umar bin Abdul Aziz (99-101 H)/(717-720 M). Sejumlah sarana pelayanan, masjid, dan efektivitas pemerintahan serta pajak dilakukan untuk masyarakat.

“Era Al-Walid bin Abdul Malik merupakan masa kemakmuran dan kemakian gemilang. Rakyatnya menikmati ketenangan, stabilitas keamanan, dan ekonomi pembangunan.

2. Sebutkan dan Jelaskan Jejak masa kejayaan Bani Umayyah!

Jawaban:

a. Pembangunan jalan raya

Perbaikan dan pembangunan jalan raya terjadi di masa pemerintahan Al Walid bin Abdul Malik. Sang khalifah sangat memperhatikan rute menuju negerinya untuk memudahkan perjalanan menuju Baitul Haram.

Dia mengirim surat pada Gubernur Madinah Umar bin Abdul Aziz agar mempermudah pelayanan, menggali sumur, dan membuat kran yang airnya bisa diberikan pada pekerja, jamaah, serta masyarakat umum.

b. Pembangunan rumah sakit

Dikutip dari situs RS Al Irsyad Surabaya yang mengamil dari artikel berjudul slamic Medicine History and Current Practice, rumah sakit pertama dikenal sebagai bimaristan atau maristan. Fasilitas ini dibangun di masa pemerintahan Al Walid bin Abdul Malik.

Sarana tersebut diguanakan untuk merawat dan mengisolasi pasien kusta atau lepra. Saat itu kusta adalah penyakit endemik yang perlu penanganan serius. Pembangunan rumah sakit berlanjut di era kekhalifahan Harun Al Rasyid.

c. Tidak ada pemungutan upeti

Kebijakan dihilangkannya pemungutan upeti (jizyah) diterapkan di masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. Awalnya, aturan ini diterapkan para pemimpin kepada mereka yang baru menganut Islan dengan alasan menguji kesetiaan.

Umar dikisahkan mengirim surat pada wali kota Khurasan Al Jarrah bin Abdullah Al Hakami untuk meluruskan kebijakan pemungutan upeti. Sejak saat itu seluruh rakyat tak perlu lagi membayar jizyah. Meski tak lagi menyetorkan upeti, Umar tetap mewajibkan para pemimpin memperhatikan rakyatnya.

d. Kebijakan penaklukan negara lain

Umar bin Abdul Aziz mempertimbangkan pembatasan atau penghentian sementara penaklukan wilayah sekitar. Kebijakan diambil untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul di tiap daerah.

Keputusan ini juga untuk mengenalkan Islam lebih baik, rinci, dan memberikan contoh pada rakyat. Kebijakan sang khalifah terbukti efektif, efisien, dan berdampak baik pada kehidupan rakyat. Masyarakat juga lebih tertarik masuk Islam karena pemimpin yang baik dan tanpa paksaan.

Tentunya masih banyak lagi jejak kejayaan Bani Umayyah di dua era kepemimpinan tersebut.

3. Siapakah Umar bin Abdul Aziz?

Jawaban:

Umar bin Abdul Aziz lahir di Madinah pada 2 November 682 Masehi atau 26 Safar 63 Hijriyah. Umar bin Abdul Aziz adalah salah satu khilafah Dinasti Umayyah yang berkuasa dari tahun 717 hingga 720 Masehi. Selama menjadi khalifah banyak prestasi yang dicapainya hingga ia begitu dicintai rakyatnya dan mendapat sebutan “Khulafaur Rasyidin Kelima”. Umar bin Abdul Aziz adalah orang saleh yang juga merupakan cicit dari Khalifah kedua, yaitu Umar bin Khattab.

Setelah Khalifah Al-Walid I meninggal, kekuasaan beralih kepada Sulaiman bin Abdul Malik. Khalifah Sulaiman menunjuk anaknya, Ayyub, sebagai putra mahkota. Akan tetapi hal itu tidak terjadi lantaran Ayyub meninggal terlebih dahulu. Khalifah Sulaiman sebenarnya memiliki putra lain bernama Dawud untuk menjadi putra mahkota. Namun hal ini tidak ia lakukan karena Dawud masih dalam peperangan di Konstantinopel. Akhirnya Khalifah Sulaiman menunjuk saudaranya Umar bin Abdul Aziz sebagai calon khalifah penggantinya.

Begitu Umar menjabat sebagai Khalifah, ia melakukan berbagai pembaharuan di berbagai sektor. Salah satunya di bidang pendidikan. Umar yang terkenal saleh dan dekat dengan ulama memberikan tunjangan kepada para guru dan mendorong pendidikan supaya lebih baik. Melalui kepribadiannya yang saleh Umar melakukan perombakan dengan memperketat larangan minuman keras, pemberian dispensasi zakat yang adil, dan menghapus pemandian umum campur laki-laki dan perempuan. Umar juga memperhatikan wilayahnya di luar Persia, seperti di Khorasan dan Afrika Utara. Ia memerintahkan untuk pembangunan di wilayah itu, seperti jalan, kanal, dan klinik kesehatan.

Umar juga membuat berbagai kebijakan dalam pemerintahannya seperti melarang pejabat negara berbisnis, dan melarang pekerja dipekerjakan tanpa bayaran. Tanah gembala dan cagar alam yang diperuntukkan bagi pejabat negara dibagi rata dengan tujuan budidaya. Ia mendesak pejabat negara untuk mendengarkan keluhan rakyatnya.

Di masa Umar inilah Islam menjadi kuat dan diterima di sebagian besar wilayah yang sebelumnya minortias Islam dan bahkan ada yang belum mengenal Islam sama sekali.

 

Demikian pembahasan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 7 SMP halaman 101 Aktivitas 5.2, Mari Bertafakur Buatlah Pertanyaan Sesuai Bacaan. Untuk mendapatkan pembahasan Soal latihan Kurikulum Merdeka Mata Pelajaran lainnya dapat diakses melalui kontenjempolan.id.

Artikel Terkait