Kementan Kembangkan Program Taxi Alsintan Lewat KUR di Sumatera Selatan

SUMATERA SELATAN – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) telah mendonasikan berbagai Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) untuk menunjang pertanian di Banyuasin, Sumatera Selatan melalui program KUR Taksi Alsintan.

Penyerahan mesin tersebut merupakan bagian dari pengembangan Kredit Usaha Rakyat (KUR) program Taksi Alsintan untuk provinsi Sumatera Selatan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan cara bertani konvensional harus ditinggalkan.

“Pertanian telah memasuki era teknologi. Artinya kita harus meninggalkan cara-cara bertani yang lama. Penggunaan mesin harus diutamakan. Karena mesin bisa meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Direktur Jenderal PSP Ali Jamil mengatakan dengan menggunakan KUR, petani tidak perlu lagi mengeluarkan uang sendiri untuk membeli berbagai jenis mesin sesuai kebutuhan.

“Gunakan uang yang diberikan pemerintah melalui program KUR yang seharusnya tersedia di bank pemerintah dan bank daerah, untuk mengembangkan pertanian kita. Kuncinya, setelah panen jangan lupa lunasi hutang/pinjaman. Anak-anak muda ini, anak-anak milenial ini berpikir mereka harus visioner, mereka harus berpikir cerdas untuk melihat masa depan yang cerah dan bagaimana mengubahnya,” katanya.

Ali mengajak para buruh tani untuk memanfaatkan peluang yang ada.

“Pada 2020, KUR yang dialokasikan untuk pertanian Rp50 triliun dan realisasinya Rp55 triliun, yang menunggak hanya 0,03 persen. Itu tugas PPL, Pak Kadis, Pak Bupati menginstruksikan PPL untuk mengawasi KUR. KUR akan dibayar nanti setelah panen, jangan lupa hutang. Suku bunga KUR telah diturunkan sebesar 3 persen selama pandemi ini,” jelasnya

Ali menambahkan realisasi KUR tahun lalu pada 2021 sebesar Rp 70 triliun, dan realisasinya Rp 85 triliun.
“Alhamdulillah, menurut data kami, NPL-nya sekitar 0,6 persen. Tahun lalu dan 2020, targetnya Rp 50 triliun, realisasi Rp 55 triliun, NPL 0,03 persen. “Kami berharap pada 2022 dengan target KUR sekitar Rp 90 triliun, petani dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin dan semoga cukup dan berdampak positif signifikan terhadap kinerja pertanian kita,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono mengatakan, kedatangannya ke sini untuk menyerahkan peralatan mesin dalam skema taksi mesin.

“Program ini dibuat oleh Menteri Pertanian. Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Banyuasin, dipilih sebagai lokasi percontohan pengembangan program taksi Alsintan. Untuk itu kami dari Dinas Pertanian Provinsi menyampaikan apresiasi yang tinggi dan terus mendukung Kabupaten Banyuasin dalam program pengembangan program, baik di lingkungan kementerian, oleh provinsi maupun dalam program revitalisasi Kabupaten Banyuasin,” ujarnya.

Bupati Banyuasin H. Askolani mengatakan, pengembangan pertanian di Banyuasin sangat memungkinkan.
“Kami masih sangat yakin untuk menambah luasan, sangat memungkinkan untuk meningkatkan hasil produksi,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Banyuasin sudah menghasilkan 8 ton gabah.
“Maka mari kita bersama-sama membangun, membangun Indonesia, membangun pangan Indonesia. Dari Banyuasin, bisnisnya baru saja berakhir, kami sekarang menguji drone, agar biaya bertani menjadi lebih efektif dan efisien, dan kami mengembangkan petani milenial, dan kami memberikan instruksi, motivasi sesuai dengan apa yang diumumkan oleh Menteri Pertanian dan Presiden”, ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *