Kemenparekraf Apresiasi Komitmen Bupati Fakfak Menetapkan Fakfak Sebagai Kabupaten Pariwisata

Bupati Fakfak Untung Tamsil telah mencanangkan dan menetapkan Kabupaten Fakfak sebagai Kabupaten Pariwisata. Memajukan dan mewujudkan pembangunan di Fakfak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam, budaya, dan sumber daya manusia untuk mengelola pariwisata. Bupati Fakfak mengundang Direktur Pengembangan Destinasi II Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif/Badan Pariwisata dan Industri Kreatif Wawan Gunawan untuk memberikan kuliah umum kepada seluruh SKPD se-Kabupaten Fakfak pada Kamis (14/4/2022) di Ruang Serba Guna Pemerintah Kabupaten Fakfak. fakta. Acara dimulai pukul 21.00 WIB, berakhir pukul 02.00 WIB dan dilanjutkan dengan sahur.

Rapat yang sangat antusias ini dihadiri oleh Bupati Fakfak, anggota DPRD, Kepala Bappeda dan seluruh SKPD se-Fakfak, civitas akademika, pelaku UMKM, IKM, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, DPC HPI Fakfak dan jajarannya. komunitas cabang Pariwisata.

Acara diawali dengan pemaparan oleh Bupati Fakfak, Untung Tamsil yang tersenyum dan menyampaikan visi misi Kabupaten Fakfak. Dalam paparannya, Untung menyampaikan program GEMPAR EMAS (Gerakan Membangun Pariwisata & Ekonomi Masyarakat Fakfak Sejahtera) dan potensi alam, budaya dan masyarakat Fakfak yang luar biasa. Keterlibatan ini diharapkan dapat didukung oleh Pemerintah Pusat dan Dinas Pariwisata dan Industri Kreatif dalam mendukung pariwisata Kabupaten Fakfak yang terintegrasi dan berkelanjutan. Bupati mengeluarkan instruksi perlunya memasukkan fakfak ke dalam Rencana Aksi dan Rencana Induk Pariwisata Papua Barat untuk mendukung destinasi wisata prioritas Raja Ampat, Papua Barat. Percepatan pembangunan infrastruktur dan interkonektivitas wilayah (telekomunikasi, akses infrastruktur dan transportasi).

“Melalui GEMPAR EMAS, saya berkomitmen untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi di Kabupaten Fakfak. Kami berharap dukungan pemerintah pusat dan provinsi dapat terus mengalir untuk mewujudkan pariwisata terpadu di Kabupaten Fakfak,” kata Tamsil.

Selain itu, Wawan Gunawan, Direktur Pengembangan Destinasi II Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif/Badan Pariwisata dan Industri Kreatif, menyatakan donatur untuk pengembangan terintegrasi sektor pariwisata di Kabupaten Fakfak. Senada dengan arahan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, beliau menekankan pentingnya menerapkan inovasi, adaptasi dan kerjasama dalam semangat Gercep (Gerakan Cepat), Geber (Gerakan Bersama ), Gaspol (Menggali Semua Potensi Lokal dan Menciptakan Lapangan Kerja) untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Fakfak. Untuk menjawab tantangan dan prospek percepatan pembangunan pariwisata di Kabupaten Fakfak, perlu ditingkatkan aspek 3A (aksesibilitas, amenitas dan atraksi), dengan inovasi, adaptasi dan kolaborasi 5 berdampak positif bagi pengembangan pariwisata di Fakfak Kabupaten yaitu, 1. Pemerintah harus menjadi agen perubahan, kualitas kunjungan, pengeluaran dan lama tinggal wisatawan meningkat, budaya lokal menjadi daya tarik wisata, menarik investasi pariwisata dan meningkatkan perekonomian daerah
dengan hilangnya ego sektoral.

“Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif sangat mengapresiasi langkah Bapak Untung Tamsil, Bupati Fakfak yang berkomitmen menjadikan pariwisata sebagai leading sector dalam rangka penguatan nilai tambah ekonomi di Kabupaten Fakfak. Melalui implementasi inovasi, kustomisasi dan kolaborasi, diharapkan Pariwisata Kabupaten Fakfak dapat tumbuh dan berkembang menjadi penopang perekonomian masyarakat Kabupaten Fakfak,” ujar Wawan.

Tantangan yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam mengembangkan sektor pariwisata adalah kurangnya data 3A pariwisata yaitu atraksi, amenitas dan aksesibilitas. Minimnya kunjungan wisatawan dan lama tinggal di Fakfak, masih belum optimalnya pemanfaatan dan pengelolaan potensi alam dan budaya lokal untuk daya tarik wisata, minimnya PAD sektor pariwisata dan ego sektoral birokrasi baik kebutuhan internal maupun eksternal fokus dan jelas dalam memetakan sektor-sektor pembangunan yang wajib, unggul dan mendukung, jelas Wawan.

Wawan melanjutkan, pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Fakfak tentunya harus mengutamakan pelibatan masyarakat dan penguatan potensi masyarakat, artinya ada penekanan pada pariwisata berbasis masyarakat. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penyediaan infrastruktur seperti jalan, jembatan, bangunan utilitas untuk mendukung tujuan wisata, jaringan air minum, toilet bersih berstandar internasional, sistem pembuangan limbah, gas, listrik dan fasilitas komunikasi sehingga dapat melayani secara optimal. tujuan wisata.

Kabupaten Fakfak harus menjadi agen perubahan, dalam semangat falsafah Fakfak “Satu Tungku, Tiga Batu”, nilai toleransi dan kerukunan antara pemerintah, agama dan adat. Harmonis, keterbukaan masyarakat fakfak dalam menyambut wisatawan sangat jelas dengan adat dan budaya, pintu rumah selalu terbuka untuk menyambut semua pengunjung sebagai modal utama. Pemerintah Kabupaten Fakfak diharapkan meningkatkan fokus pengembangan destinasi wisata alam, budaya, dan buatan serta pengembangan desa wisata. Untuk menciptakan daya tarik wisata global, Kabupaten Fakfak harus mampu menjadi tuan rumah event-event regional, nasional dan internasional yang terstandar, berkelanjutan dan konsisten didukung oleh upaya digital marketing yang masif. Hal ini sangat penting untuk ketersediaan jaringan internet yang memadai dan keahlian sumber daya manusia dalam membuat konten iklan. Memperkuat sinergi dalam menjalin komunikasi yang harmonis dengan Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif, Lintas KL, Lintas Pemangku Kepentingan dan Lintas Daerah untuk mewujudkan destinasi yang berkualitas, terintegrasi dan berkelanjutan di Kabupaten Fakfak.

Selain itu, Wawan mengajak Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk melaksanakan program SINAKODA (Sinergi Berbasis Inovasi, Adaptasi, Kolaborasi Pusat dan Daerah) untuk mewujudkan destinasi wisata yang berkualitas, terintegrasi dan berkelanjutan. Program ini akan mewujudkan pengembangan destinasi yang terintegrasi melalui sinergi penatausahaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik di Kabupaten Fakfak yang terintegrasi antara beberapa OPD terkait seperti Pariwisata, PUPR, Perdagangan, UMKM, IKM, LHK.

Wawan melanjutkan, penting agar seluruh SKPD Pemkab Fafak dapat membangun dan menjalin komunikasi internal dan eksternal yang harmonis, konsolidasi birokrasi dalam menghilangkan ego sektoral yang dapat menghambat komunikasi, dan sinergi dalam kerjasama pembangunan daerah melalui pengembangan sektor pariwisata. dan industri kreatif. Dengan mengutamakan prinsip tepat anggaran, tepat tujuan, tepat manfaat dan tepat waktu. Melalui kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja benar.

Pertama, konsolidasi birokrasi di pemerintahan Kabupaten Fakfak berarti menyamakan persepsi yang seimbang antara pimpinan dan bawahan, mengubah pola pikir untuk mempercepat proses pengambilan keputusan, konsolidasi kapan saja, di mana saja berarti go digital berbasis internet. Menanamkan semua SKPD dengan kecepatan, soliditas dan kecerdasan, mampu menghilangkan ego sektoral dan menciptakan ekosistem bagi SKPD untuk bersinergi dan berkolaborasi.” Tutup Wawan yang disambut tepuk tangan meriah dari semua yang hadir.

Rudolf Yarangga, Sub Koordinator Divisi IVa – Direktorat Pengembangan Destinasi II Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif, menambahkan, hal itu terkait dengan program pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk wisata fisik. Berdasarkan lokasi prioritas yang diidentifikasi oleh Bappenas, kelengkapan persyaratan pada saat pengajuan dan penerimaan dukungan fisik DAK, dan menu usulan.

Acara berlangsung sangat meriah dan diakhiri dengan testimoni Bupati dan seluruh SKP serta hadirin lainnya yang menyatakan sikap yang sama dalam mendukung Kabupaten Fakfak sebagai Kabupaten berbasis pariwisata dan bersedia bersinergi dan melaksanakan program SINAKODA.

Bupati dan seluruh SKPD sangat terkesan dan antusias dan berulang kali mengucapkan terima kasih atas apresiasi, kunjungan dan pemberian materi kuliah umum yang dapat memberikan gambaran dan wawasan yang jelas tentang perkembangan sektor pariwisata dan industri kreatif di Kabupaten Fakfak. Bupati sangat yakin program pariwisata akan segera terlaksana dengan dukungan dan dukungan Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif serta berbagai kementerian/lembaga serta Pentahelix untuk semakin membuat wisata fakfak semakin bahagia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.