Jalan Usaha Tani di Sumba Timur Bangkitkan Optimisme Petani

SUMBA TIMUR – Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyelesaikan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) untuk Kelompok Tani Rowi di Desa Mauhau, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jalan Usaha Tani membangun optimisme petani untuk lebih mengembangkan budidaya pertaniannya. Jalan Usaha Tani untuk petani dibangun dengan panjang 600 meter dan lebar 3 meter

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, sektor pertanian modern ditandai dengan penggunaan mesin pertanian (Alsintan). “Untuk mencapai areal persawahan diperlukan akses berupa jalan pertanian untuk mesin yang akan digunakan,” kata Mentan SYL. Sebagai informasi: JUT merupakan pintu gerbang infrastruktur yang dibangun untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Pengembangan JUT merupakan salah satu program strategis Kementerian Pertanian (Kementan) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).

Menteri Pertanian SYL menyatakan bahwa keberadaan JUT akan memperluas jangkauan diseminasi budidaya pertanian.

Senada dengan SYL Menteri Pertanian, Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Pertanian PSP Ali Jamil mengatakan, sarana dan prasarana pertanian memang dibutuhkan di era pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas.

“Jalan, jembatan, dan peralatan yang memadai diperlukan untuk memenuhi persyaratan penggunaan mesin dan peralatan serta transportasi sarana produksi dan hasil bumi,” katanya.

Ia menambahkan, kemajuan sistem pertanian tidak hanya ditandai dengan penggunaan peralatan mesin, tetapi juga peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Menurut Ali, JUT merupakan program yang sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional, yaitu menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor.

“Jalan lapangan ini akan memudahkan alat-alat mesin untuk mencapai lahan persawahan. Jalan pertanian ini akan menekan biaya produksi yang tinggi dan membawa banyak manfaat bagi petani,” jelas Ali.

Dalam konteks sistem pertanian modern, diperlukan penambahan dan perbaikan sarana dan prasarana pertanian yang dapat mendukung penggunaan mesin pertanian.

Selain itu, perlu juga peningkatan prasarana dan sarana pertanian untuk pengangkutan alat produksi pertanian (saprodi) dan hasil pertanian baik dari maupun ke lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.