Ceramah Singkat “Banyak Yang Rapuh Dari Manhaj Salaf (Para Ulama) Jika Sudah Menghadapi Pemimpin Yang Dzolim”

Kontenjempolan.id-Banyak Yang Rapuh Dari Manhaj Salaf (Para Ulama) Jika Sudah Menghadapi Pemimpin Yang Dzolim. Kali ini Kami akan memberikan materi untuk ceramah ataupun khotbah singkat. Semoga bermanfaat.

Banyak Yang Rapuh Dari Manhaj Salaf (Para Ulama) Jika Sudah Menghadapi Pemimpin Yang Dzolim

Oleh : Mohammad Lathief S., S. Pd

Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Ta’ala secara serius. Yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Serta menjauhi apa yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mengingat Allah Ta’ala Setiap Saat
Jama’ah sekalian, diantara hal yang bisa memunculkan keamanan dan ketentraman beragama, kita harus berpegang teguh dengan manhajussalah, dengan terutama ketika bermuamalah dengan pemerintah, dan ulama dalam buku-buku aqidah dengan jelas menegaskan berdasarkan hadits-hadits yang shohih dan sangat banyak bahwasanya, kalau pemerintah itu dzolim, maka kita tidak boleh memberontah, kita bersabar menghadapi mereka, berusaha mengadakan perbaikan, tetapi tidak boleh mengadakan pemberontakan. Tetap kita taat kepada merekadengan perkara-perkara yang ma’ruf, kalau perkara-perka tidak ma’ruf maka tidak boleh ditaati.

Kata nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :
إِنَّهُ لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.” (HR. Ahmad, shahih)1

Jadi, ini adalah perkara yang sangat berat, taat kepada pemerintah yang dzolim, adalah perkara yang berat, tidak semua orang kokoh dalam memegang manhaj salaf (para ulama) dalam hal ini, banyak orang tidak sabar, padahal nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam banyak hadits menyampaikan akan hal ini, diantaranya

kata nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ ».
Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.”

Kita belum dapat pemimpin seperti ini, jadi malam-malam tahajjud lalu berdo’a “ya Allah hancurkan itu, ya Allah bunuh itu… Kita belum sampai derajat seperti itu. Ini saling melaknat antara pemimpin dan rakyat, saling mendo’akan kejelekan antara pemimpin dan rakyat.

قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ « لاَ مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلاَ تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ

Kemudian ada yang berkata, ”Wahai Rasulullah, tidakkah kita menentang mereka dengan pedang?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalannya dan janganlah melepas ketaatan kepadanya.” (HR. Muslim no. 1855)2

Kemudian para shahabat berkata, “Apakah kami boleh memerangi mereka?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
لاَ مَا صَلَّوْا
“Jangan selama mereka mengerjakan shalat.” (HR. Muslim no. 1854). 3

Maka, menjadi pesan penting bagi umat, untuk meneladani Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengisi waktu dengan hal-hal yang baik dan produktif, diantaranya dengan berdzikir kepada Allah تعالى. Suatu ibadah yang sebenarnya ringan, jika orang tersebut mendapatkan taufik dari Allah تعالى untuk selalu mengingatNya dalam semua keadaan.

41. “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” [ QS. Al Ahzab/ 33 : 41]

Semoga kita terus diberi semangat mempelajari petunjuk-petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meneladani beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kehidupan di dunia ini, demi mengharapkan hidayah nyata di dunia dan pahala yang melimpah di akhirat kelak… Aamiiin ya Rabbal’alamiin.

Ya Allah, perbaikilah keadaan para pemimpin kami dan jadikan mereka orang-orang yang selalu memperhatikan kewajiban serta shalat mereka. Wallahu waliyyut taufiq.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.