Cara Menghidupkan dan Mematikan Komputer? Serta jelaskan apa itu Booting!

Kontenjempolan.id-Bagaimana Cara Menghidupkan dan Mematikan Komputer? Serta jelaskan apa itu Booting! Mata Pelajaran informatika SMP kelas VII. Hallo adik-adik, kali ini kakak akan memberikan pengetahuan cara mengoprasikan komputer dari proses awal terlebih dahulu yaitu menghidupkan dan mematikan komputer. Serta sedikit pengetahuan tentang apa itu Booting. Semoga Bermanfaat.

Bagaimana Cara Menghidupkan dan Mematikan Komputer? Serta jelaskan apa itu Booting!

Jawab:

1. Langkah Langkah Menghidupkan Komputer

a. Pastikan kabel-kabel sudah terpasang dengan benar.
b. Hidupkan stabilizer voltage jika ada.
c. Hidupkan monitor dengan menekan tompol power pada monitor .
d. Hidupkan CPU dengan menekan tombol power pada CPU .
e. Tunggu Hingga proses Booting Selesai sampai muncul layar desktop.
f. Computer sudah siap di pakai.

2. Cara Mematikan Komputer Windows Xp, vista, Windows 7

a. Klik Menu “Start” yang berada di pojok kiri bawah
b. Pilih “Shutdown”
c. Klik “OK”
d. Tunggu Hingga Komputer sudah mati
e. Kemudian Matikan stabilizer dan cabut kabel listriknya.

3. Booting

Booting merupakan salah satu proses penting/utama didalam sistem komputer. Sebelum sistem operasi dijalankan, komputer harus melewati proses booting terlebih dahulu agar komputer siap digunakan. Meskipun istilah “booting” terasa familiar, tapi masih banyak pengguna yang belum mengenal lebih dalam mengenai proses booting.

Booting merupakan proses pembacaan seluruh hardware dan software pada sistem komputer saat komputer pertama kali dihidupkan untuk memastikan bahwa komputer siap untuk digunakan. Singkatnya, booting adalah langkah pertama saat pengoperasian komputer. Proses booting ini akan berlangsung secara otomatis saat komputer dihidupkan.

Bagaiaman proses booting berlangsung? Sebelum komputer memuat sistem operasi, sistem ROM-BIOS (Read Only Memory – Basic Input Output System) atau BIOS yang tertanam pada motherboard di komputer akan memeriksa keadaan komponen komputer. ROM-BIOS yang biasa disebut sebagai BIOS merupakan suatu memori yang menyimpan beberapa informasi untuk mengecek komponen komputer serta memuat sistem operasi. Informasi yang tersimpan pada BIOS akan tetap ada meskipun komputer dimatikan.

a. Fungsi Booting

Fungsi dari booting adalah memeriksa semua hardware (perangkat keras) dan perangkat lunak (software) pada sistem komputer. Semua file yang tersimpan didalam chip ROM akan dimuat untuk menjalankan sistem selama proses booting berlangsung. Lebih jelasnya, selama proses booting, sistem akan membaca semua informasi dari file tersebut yang disimpan ke dalam chip ROM kemudian chip ROM akan membaca semua instruksi yang tersimpan didalam file tersebut. Setelah itu, barulah semua informasi pada sistem akan ditampilkan.

Adapun tahapan awal dari proses booting yang dilakukan oleh sistem operasi adalah bootstrap loader yang berfungsi untuk memeriksa atau melacak semua I/O (input dan output) yang tersambung dengan komputer.

b. Macam-Macam Booting

1) Cold booting

Proses booting ini terjadi ketika komputer yang mati dihidupkan dengan prosedur yang normal. Pada proses ini, arus listrik akan mengali ke komponen komputer yang sebelumnya dingin (belum dialiri arus listrik) guna menghidupkan komputer.

Singkatnya, cold booting ini sama dengan menghidupkan komputer dari awal seperti biasanya. Disebut sebagai cold booting karena proses booting dimulai dari komponen komputer yang belum dialiri arus listrik sehingga keadaannya dingin.

2) Warm booting

Proses booting ini terjadi ketika komputer yang menyala dihidupkan kembali untuk tujuan tertentu. Komputer dialiri arus listrik kembali setalah arus listrik dimatikan untuk sementara waktu dengan tujuan untuk menghidupkan komputer kembali dari awal.

Disebut sebagai warm booting karena proses ini terjadi setelah komputer berada dalam keadaan menyala atau semua komponen komputer sudah dialiri listrik sehingga suhu komponen komputer tersebut menjadi lebih hangat (tidak sampai panas). Biasanya, warm booting ini terjadi karena pengguna ingin mengatur ulang sistem yang disebabkan oleh program yang rusak/crash ataupun alasan lainnya. Misalnya, Anda ingin memeriksa sektor hard disk drive.

3) Soft Booting

Proses soft booting dengan warm booting cukup mirip yatu terjadi setelah semua komponen komputer dialiri arus listrik (aktif). Hanya saja, proses booting ini dikendalikan oleh sistem secara otomatis dan bukan karena kerusakan program.

Sebagai contoh, Anda melakukan perubahan pada pengaturan BIOS seperti keamanan atau optimasi. Agar perubahan Anda dapat dijalankan maka harus disimpan terlebih dahulu. Setelah itu, komputer akan melakukan restart secara otomatis yang disebut sebagai soft booting.

4) Hard Booting

Proses booting ini biasanya terjadi karena komputer tidak merespon atau diam dalam waktu yang lama alias nge-hang. Sehingga, Anda terpaksa me-restart nya secara terpaksa dengan menekan tombol “Reset” (pada komputer). Pada komputer terdapat dua tombol yaitu “Power” dan “Reset”. Berbeda dengan tombol “Power” yang jika ditekan lama akan membuat komputer Anda mati, tombol “Reset” akan melakukan reboot atau restart secara paksa. Perlu Anda ketahui, menekan tombol power untuk melakukan “force shutdown” dapat membahayakan kesehatan hard disk drive Anda.

Pada laptop, untuk melakukan restart secara paksa, Anda dapat menekan tombol CTRL + ALT + DEL pada keyboard secara bersamaan lalu tekan dan tahan tombol CTRL sambil mengklik tombol shutdown pada layar secara bersamaan. Klik OK ketika layar konfirmasi tampil.

5) Rebooting

Rebooting artinya mengulang sistem kembali ke awal. Rebooting memiliki kesamaan dengan warm booting, soft booting, dan hard booting yaitu sama-sama terjadi setelah semua komponen komputer dialiri arus listrik (aktif). Beberapa penyebab terjadinyarebooting diantaranya adalah karena sistem tidak merespon, terjadi perubahan pengaturan dari sistem operasi (OS) yang digunakan, dan yang lainnya.

Contoh kasusnya adalah saat Anda menginstal driver seperti driver VGA card. Nah, agar fungsi dari drive VGA card tersebut optimal maka Anda perlu me-reboot komputer Anda kemudian sistem operasi akan membaca ulang hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak -> driver) yang sudah terinstal atau terpasang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.