Cara Elegan Mengubah Kegagalan Menjadi Keberhasilan

Ilustrasi mengubah kegagalan menjadi keberhasilan

Saat Anda tak berhasil meraih sesuatu yang Anda dambakan, berbagai emosi negatif akan menguasai kepala Anda. Belum lagi, Anda juga jadi malu bertemu dengan orang lain.

Namun, kegagalan sesungguhnya adalah sesuatu yang normal terjadi pada manusia. Seorang atlet luar biasa seperti Taufik Hidayat pun pernah gagal. Pun demikian dengan seorang penyanyi seperti Tiara Andini.

Oleh karena itu, daripada terus terpuruk merasakan pahitnya kegagalan, sebaiknya fokuslah mengubahnya menjadi kesuksesan.

Bagaimana caranya? Silahkan simak 15 cara mengubah kegagalan menjadi keberhasilan di bawah ini.

1. Pahami Alasan Kegagalan Anda

Kenapa Anda gagal? Apakah sekadar karena ketidakberuntungan? Ditipu orang lain? Atau karena kelalaian sendiri?

Terdapat beragam alasan kenapa seseorang sampai gagal. Sebelum menerapkan langkah apapun, tentu penting untuk secara jujur mengidentifikasi penyebab hal tersebut.

Contohnya, Anda ingin sekali diterima kerja namun selalu ditolak. Setelah sedikit intropeksi, Anda mendapati bahwa Anda selalu ditolak pada tahap wawancara. Anda biasanya menjadi gugup sehingga tidak terlihat kompeten.

Mendapati hal ini, Anda harus berlatih interview kerja dengan kawan yang lamarannya diterima. Solusi ini bisa dikatakan tepat meski terkesan sepele.

Dan tentu ketepatan tersebut bisa diambil karena Anda tahu penyebab masalahnya.

2. Jadikan Kegagalan sebagai Cambuk untuk Maju

Daripada terus bersedih atas kegagalan yang dialami, jadikanlah peristiwa tersebut sebagai cambuk untuk maju. Niatkan diri Anda untuk lebih bersemangat lagi meraih apa yang diimpikan.

Contohnya, sejak lama Anda ingin menerbitkan novel. Namun setelah 2 kali mengirim naskah, Anda masih saja gagal.

Penolakan tersebut memang menyakitkan. Akan tetapi, alangkah lebih baiknya, bila Anda tak putus asa.

Jadikanlah impian menerbitkan novel itu sebagai tantangan yang menyenangkan untuk dilakukan. Dus, bukannya muram, Anda happy aja memperbaiki naskah yang dikembalikan.

3. Optimis

Sikap optimis ditandai dengan cara pandang yang positif. Mereka yang optimis akan melihat kegagalan sebagai keberhasilan yang tertunda.

Pandangan tersebut, meski terkesan naif bagi sebagian orang, namun justru bisa meningkatkan semangat untuk maju. Mental Anda juga tidak akan mudah down dengan mindset yang optimis tersebut.

Baca juga: 12 Cara Terbaik Menjadi Orang yang Optimis

4. Akui Kesalahan, Stop Menyalahkan Orang lain

Berhentilah terus menyalahkan orang lain atas kegagalan yang Anda alami. Sebab, hal seperti itu tak ada gunanya. Anda hanya akan mencari pembenaran atas kegagalan yang sudah berlalu.

Misalnya, Anda dan seorang kawan mewakili sekolah dalam sebuah lomba. Performa Anda bagus, namun performa kawan Anda jelek sehingga tim kalian kalah.

Bila diurut, memang teman Anda adalah penyebab kekalahan itu. Namun sebagai rekan tim, Anda pun punya andil dalam ketidakberhasilan tersebut.

Jadi, daripada terus mengingat kesalahan orang lain, lakukanlah antisipasi di lain waktu. Pastikan semua anggota tim siap menghadapi kompetisi. Stop menyalah-nyalahkan seperti anak kecil.

5. Hentikan Kebiasaan Berkhayal

Contoh mengkhayal

Albert Einstein mengatakan bahwa imajinasi seseorang adalah sesuatu yang lebih penting daripada wawasannya. Namun, imajinasi yang dimaksud tentu bukan berkhayal di siang bolong tentang diri Anda yang tiba-tiba menjadi sukses.

Bukannya berhasil dan bisa mengubah kegagalan menjadi keberhasilan, Anda justru tidak akan punya progress apapun. Anda akan stagnan sebab Anda merasa impian Anda sudah diwujudkan lewat khayalan.

Baca juga: 17 Cara Sederhana dan Efektif Membahagiakan Diri Sendiri

6. Tetapkan Tujuan ke Depan

Secara spesifik, silahkan tetapkan tujuan dan target yang ingin Anda raih. Sehingga Anda tahu apa yang harus dilakukan ke depannya.

Katakanlah Anda adalah seorang fresh graduate. Saat ini, Anda masih bingung antara ingin menjadi wirausahawan atau karyawan.

Kebimbangan tersebut bagaimanapun juga perlu diselesaikan. Sebab bila tidak, Anda akan melakukan pekerjaan Anda dengan effort setengah-setengah yang bisa berakhir pada kegagalan beruntun.

Pertimbangkanlah cita-cita tersebut menurut idealisme pribadi, kondisi keuangan saat ini, dan kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi. Dengan demikian, Anda jadi akan tahu apa yang harus dilakukan dengan realistis.

7. Buat Rencana Praktikal

Berpikir strategis artinya berpikir menurut sebuah rencana untuk mencapai tujuan tertentu. Setelah Anda menetapkan target yang akan dicapai seperti dijelaskan pada poin 6, silahkan buat langkah-langkah untuk mewujudkannya.

Misalnya, Anda ingin mapan sebelum menikah di usia 25 tahun. Untuk mencapai hal itu, tentu Anda butuh perencanaan matang dalam hal pekerjaan, finansial, dan romansa.

Anda harus mulai fokus bekerja, menjalin hubungan, dan belajar investasi yang aman serta benar. Jadi, Anda bisa mencapai target yang tak semua orang bisa merealisasikannya itu.

8. Apresiasi Keberhasilan Kecil Anda

Tiap keberhasilan kecil patut diapresiasi. Apalagi bila keberhasilan kecil itu dulunya selalu gagal Anda wujudkan. Toh dari yang kecil-kecil, keberhasilan Anda bisa semakin besar.

Ingatlah kata pepatah bahwa keberhasilan yang besar terdiri dari keberhasilan kecil yang konsisten. Contohnya saja dalam hal akademik. Prestasi Anda mulanya mungkin terasa begitu-begitu saja.

Hanya saja, nilai ulangan Anda memang selalu bagus dan semangat Anda pun tinggi. Melihat itu, pihak sekolah memutuskan untuk memberikan beasiswa kepada Anda. Anda juga dijadikan wakil dalam berbagai kegiatan antar sekolah.

9. Terus Koreksi Diri, Terbuka dengan Saran dan Kritik 

Untuk mengubah kegagalan menjadi keberhasilan, Anda juga perlu menjadi orang yang terbuka. Coba dengarkan saran, kritik, dan opini orang lain.

Kenapa ini penting?

Sebab setiap orang pasti punya pandangan yang terbatas. Sepandai apapun Anda, akan ada hal-hal yang tidak Anda sadari karena bias pribadi atau kurang pengalaman.

Bertanya pada orang lain, dus akan memperkaya pandangan Anda. Anda jadi bisa memperbaiki rencana yang sedang dijalani. Atau, Anda bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Baca juga: 11 Cara Jitu Memotivasi Diri untuk Memulai Usaha

10. Contoh Pola Kesuksesan Orang lain

Belajar pada orang sukses

Tak perlu malu belajar pada orang lain. Justru, terdapat banyak sekali pelajaran berharga ketika Anda cukup rendah hati untuk sekadar mendengar kisah tokoh yang sukses.

Memang, tak semua kisah sukses tersebut bisa dialami banyak orang. Kita harus realistis bahwa pada kenyataannya, tak sedikit orang yang gagal meski sudah berusaha demikian keras.

Namun janganlah kemudian mudah menyerah. Siapa tahu Anda adalah satu dari sedikit orang yang ditakdirkan sukses. Toh, tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang bisa meramalkan masa depan.

11. Sabar

Berhentilah membayangkan bahwa usaha meraih impian adalah sesuatu yang mudah dilakukan. Seringkali, Anda harus jungkir balik melakukannya. Apalagi bila Anda sudah pernah mengalami kegagalan.

Oleh sebab itu, dalam ranah sikap, penting sekali untuk menanamkan sikap sabar. Sabarlah ketika menghadapi masalah, dan sabarlah ketika impian yang Anda dambakan tak kunjung terwujud.

Baca juga: 11 Cara Brilian Menjadi Orang Sabar dan Ikhlas Dalam Segala Hal

12. Abaikan Mereka yang Nyinyir

Berjuang meraih apa yang diinginkan bukanlah sesuatu yang mudah. Jadi, jangan buang waktu Anda menghadapi mereka yang hanya nyinyir.

Coba bayangkan, Anda adalah seorang lulusan SMA yang ingin masuk jurusan yang memang kompetisinya tinggi. Pada tahun pertama tes, Anda gagal. Anda kemudian memutuskan untuk les dan belajar lebih serius.

Namun, seorang sepupu Anda menyindir usaha tersebut. Ia mengatakan bahwa otak Anda tidak cukup encer untuk masuk jurusan yang digilai di seluruh Indonesia itu.

Perkataan sepupu Anda sudah pasti akan memicu reaksi negatif dalam diri Anda. Kecuali Anda bisa mengabaikan ejekannya, sebaiknya jauhi saja ia selama Anda sedang berjuang.

Baca juga: 8 Cara Menghadapi Sindiran dari Teman Tanpa Terpancing Emosi

13. Stop Melakukan Kesalahan Serupa

Untuk mengubah kegagalan menjadi keberhasilan, Anda juga perlu menghindari melakukan kesalahan serupa. Hal ini seolah tak signifikan namun sebenarnya cukup penting diperhatikan.

Contohnya, dulu Anda pernah punya warung mie ayam. Anda gagal karena terlalu menghambur-hamburkan modal untuk membuka beberapa cabang sekaligus.

Sekarang, Anda memulai bisnis martabak manis. Anda memang tidak langsung membuka beberapa cabang seperti dulu. Namun, Anda kembali menghambur-hamburkan modal untuk membuat kedai yang terlalu mewah.

Jadi berhati-hatilah dengan hal seperti ini. Kenali kesalahan fundamental Anda agar tidak terjadi pada usaha berikutnya.

14. Perbanyak Koneksi yang Baik

Perbaikilah koneksi Anda. Sebab realita di lapangan membuktikan bahwa koneksi yang bagus bisa meningkatkan peluang keberhasilan seseorang.

Namun, jangan sekadar memperbanyak kenalan ya. Anda juga perlu memberikan impresi yang tepat.

Tunjukkan bahwa Anda adalah orang yang kompeten dan passionate. Jadi, kenalan Anda tahu kualifikasi yang Anda miliki.

15. Hidup Seimbang

Terakhir namun tak kalah penting, jangan lupa untuk hidup yang sehat dan seimbang.

Sebab mengubah kegagalan menjadi kesuksesan bukanlah hal yang mudah. Anda perlu mood yang stabil, fisik yang kuat, dan kesehatan yang prima.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan antara lain memastikan konsumsi makanan yang bergizi dan air yang cukup. Selanjutnya, berolahragalah secara teratur dan tidurlah minimal 6 jam per hari.

Penutup

Tak ada gunanya terus bersedih saat gagal. Akan lebih baik bila Anda menata ulang rencana Anda dan berjuang lagi untuk mencapai target yang diimpikan.

Sebab ketika gagal, Anda sebenarnya punya berbagai hikmah untuk dipetik. Ada banyak pelajaran berharga yang Anda peroleh serta mental yang telah ditempa oleh kekecewaan.

Jadi, janganlah terus murung ya. Meski tak selalu mudah, dengan mengikuti 15 tips di atas, Anda pasti bisa mengubah kegagalan menjadi keberhasilan. Tetap semangat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *