budidaya ikan mas

Budidaya Ikan Mas: 4 Tempat Sebagai Media Terbaik

Ikan mas termasuk jenis ikan air tawar favorit orang Indonesia, karena memiliki tekstur rasa yang gurih dan lezat. Seiring dengan kenaikan harga di pasaran, budidaya ikan mas pun semakin meluas.

Selain nikmat disantap, ikan mas juga bernutrisi tinggi dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Kabar baiknya, ikan ini tidak membutuhkan banyak perhatian, karena termasuk jenis omnivora.

4 Tempat Budidaya Ikan Mas 

Selain pelet, ikan mas juga mau memakan tumbuh-tumbuhan maupun binatang renik yang biasa ada di dasar kolam. Berdasarkan informasi dari berbagai makalah budidaya ikan mas, berikut beberapa cara untuk membudidayakannya:

1. Budidaya Ikan Mas di Air Deras

Pembudidayaan ikan dengan aliran air deras memberi keuntungan tersendiri, karena dapat mempercepat pertumbuhannya. Hal ini dikarenakan, arus deras akan memastikan jumlah oksigen terlarut di dalam air terpenuhi.

Oleh karena itu, kolam yang berair deras mampu menampung lebih banyak ikan mas, sehingga dapat menghemat biaya investasi dan perawatan. Umumnya, ikan mas sudah siap panen dalam usia 2,5 hingga 3 bulanan saja.

Itu artinya, keuntungan yang dapat Anda peroleh akan semakin besar. Dalam analisa budidaya ikan mas 1000 ekor keuntungan bersih dapat mencapai 5 hingga 7 juta rupiah dalam masa sekali panen. Sangat menggiurkan, bukan?

2. Budidaya Ikan Mas di Kolam Air Mati

Adapun maksudnya adalah air di dalam kolam ikan mas tersebut dibiarkan menggenang, tidak mengalir seperti pada poin pertama. Dari segi biaya teknik ini memang lebih hemat, karena air tidak perlu sering diganti.

Anda hanya perlu mengurasnya, saat air terkontaminasi dengan zat-zat atau benda yang membahayakan perkembangan ikan. Lebih dari itu, budidaya ikan mas ini konon juga dapat meminimalisir kemunculan hama dan penyakit herpes.

Kunci utamanya ada pada pemilihan bibit, yakni pilihlah benih yang memang berasal dari kolam air mati. Jika benih merupakan hasil dari budidaya ikan air deras, kemungkinan besar mortalitas atau tingkat kematian ikan lebih tinggi.

3. Budidaya Ikan Mas di Kolam Beton

Meski namanya kolam beton, tetapi tidak semua bagian terbuat dari bahan beton, melainkan hanya di tepian saja. Sementara itu, bagian dasar kolam tetap menggunakan tanah, karena dapat menetralisir racun dan kotoran.

Setelah kolam siap, diamkan selama kurang lebih 3 hari atau sampai bagian dasar kolam mengering dan retak-retak seperti musim kemarau. Tujuannya untuk menghilangkan bibit penyakit dan hama yang mungkin ada di dasar kolam.

Beberapa jurnal budidaya ikan mas pdf juga menganjurkan untuk tidak menebar benih secara langsung. Anda perlu mendiamkan benih ikan di dalam ember berisi air, kurang lebih selama 1 jam.

Hal ini bertujuan agar ikan menyesuaikan diri terhadap lingkungan terlebih dahulu, sehingga tingkat kematian dapat terminimalisir dengan baik. Selanjutnya, benih ikan dapat Anda tebar ke kolam pada pagi atau sore hari. 

4. Budidaya Ikan Mas di Kolam Terpal

Dengan waktu pembesaran yang terhitung sebentar, keuntungan budidaya ikan mas memang termasuk cukup besar. Kabar baiknya, pembudidayaan ikan mas juga dapat Anda lakukan pada kolam terpal, seperti lele, nila, atau gurame. 

Keuntungannya, tidak butuh lahan yang terlalu luas dan modal investasi lebih minim, sehingga cocok untuk pemain pemula. Cukup sediakan kolam terpal berukuran 7 x 10 meter dengan kedalaman atau ketinggian 120cm. 

Gosok bagian dasar kolam dengan daun agar banyak plankton, kemudian keringkan selama beberapa hari terlebih dahulu. Jangan tebar benih terlalu banyak, kapasitas standarnya adalah 20 ekor per m2.

Jangan anggap remeh, pengendalian kapasitas juga sangat memengaruhi tingkat keberhasilan budidaya ikan mas. Lebih baik mulai secara perlahan untuk mendapatkan hasil maksimal, daripada ikan tidak dapat tumbuh optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.