Budidaya Ikan Pari Air Tawar

Begini Lho Cara Mudah Budidaya Ikan Jelawat

Ikan jelawat atau lebih dikenal dengan sebutan ikan selamak banyak dibudidayakan. Budidaya ikan jelawat dinilai dapat menghasilkan keuntungan yang lumayan. Tak sedikit orang yang minat pada ikan tipe air tawar yang satu ini. Bisnis ikan jelawat pun memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Budidaya Ikan Jelawat

 

Apakah Anda tertarik untuk budidaya ikan jelawat? Tenng saja, caranya mudah kok. Bahkan untuk bagi pemula. Tentunya Anda dapat melakukan budidaya ikan jelawat di kolam terpal. Tentunya Anda harus mempelajari terlebih dahulu mengenai jenis ikan yang akan dibudidayakan, seperti habitat asli dan makanan ikan tersebut.

Ikan jelawat bersifat ominovora yang cenderung memakan tumbuh-tumbuhan (herbivora).Pakan ikan ini antara lain  umbi singkong, daun papaya, ampas kelapa, atau bisa juga daging ikan yang telah dicincang. Di lingkungan pemeliharaan, ikan jelawat juga biasa diberi makan berupa pelet.

 

Anda sudah tidak sabar mengetahui cara budidaya ikan jelawat? Berikut ini adalah ulasannya.

Cara Budidaya Ikan Jelawat

 

  1. Pemeliharaan induk ikan jelawat

Budidaya ikan jelawat di kolam terpal dapat dilakukan apabila luas kolam serta volume air mencukupi. Selama pemeliharaan induk jelawat, ikan diberi pakan berupa pelet yang memiliki kandungan protein sebesar 25 hingga 28%. Frekuensi pemberian pakan dapat disesuikan, namun disarankan sebanyak 2-3 perhari.

 

Tidak lupa Anda juga harus menyiapkan pakan berupa hijauan disamping pakan pelet untuk ikan. Anda dapat memberikan daun singkong secukupnya pada ikan. Jangka waktu pemeliharaan induk jelawat sendiri kurang lebih sekitar 8 bulan. Nantinya, induk yang telah siap di pijah akan diseleksi.

  1. Pemijahan ikan jelawat

Tahap selanjutnya dalam budidaya ikan ini di kolam terpal adalah proses pemijahan. Dalam prosesnya, pemijahan dapat dilakukan dengan dua cara, yakni cara alami dan cara buatan. Pada artikel ini akan dibahas cara pemijahan secara buatan.

 

Induk ikan jelawat yang telah diseleksi harus diberok selama minimal satu hari. Kemudian, dilakukan penyuntikan hormon HCG dan kelenjar hipofisa pada induk betina yang dilakukan sebanyak dua kali.

 

Proses ovulasi akan terjadi sekitar satu jam kurang lebih. Telur dan sperma dikeluarkan dengan perlakuan diurut pada ikan. Pembuahan telur dilakukan dengan cara mencampurkan sperma dan telur pada baskom plastik. Jika telur mengembang, maka telur siap untuk dipindahkan pada wadah penetasan.

 

  1. Penetasan

Tahap ketiga dalam budidaya ikan jelawat yakni tahap penetasan. Selama proses penetasan, Anda harus menjaga kualitas air. Kualitas air ini nantinya akan mempengaruhi proses penetasan telur ikan. Telur akan menetas 4 hingga 18 jam setelah proses pembuahan. Pastikan suhu air berkisar antara 25 hingga 28.

  1. Pemeliharaan larva

Telur yang telah menetas akan mengeluarkan larva yang dipelihara langsung di tempat penetasan telur. Pada hari ke 3, larva diberi pakan berupa Naupil Artemia secukupnya. Pemberian pakan dilakukan sebanyak tiga kali yakni pada waktu pagi, siang, dan sore. Pada hari ke 7, benih ikan siap didederkan di kolam.

  1. Pendederan

Tahap kelima dalam budidaya ikan ini yaitu tahap pendederan. Anda harus mempersiapkan kolam yang sesuai untuk proses pendederan. Benih yang telah siap didederkan pada kolam 3 hari setelah kolam siap. Kepadatan penebaran berkisar antara 100 hingga 150 ekor/m2.

 

Pakan yang diberikan pada benih ikan berupa tepung hancuran pelet yang di dalamnya terkandung protein sebesar 25%. Lama pemeliharaan benih sekitar 2 sampai 3 minggu. Setelah lebih dari 3 minggu, ikan siap untuk pendederan lanjutan.

 

Budidaya ikan jelawat di kolam terpal tidak terlalu sulit. Namun perlu diingat, selama proses budidaya, Anda harus konsisten dalam pemeliharaan. Banyak yang harus diperhatikan dalam proses pemeliharaan ikan tipe air tawar tersebut. Tentunya Anda akan mengadapi tantangan tersendiri dalam prosesnya.

 

Demikian cara budidaya ikan jelawat yang bisa Anda terapkan. Ikan jelawat sendiri memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran. Apabila Anda memang ahli dalam budidaya ikan, tak menutup kemungkinan keuntungan besar menanti Anda.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *