Jawaban Dari

Apa Itu Tujuan Pendidikan Seni Rupa? Seni Rupa SD Kelas 4 Kurikulum Merdeka

kontenjempolan.id-Apa Itu Tujuan Pendidikan Seni Rupa? Seni Rupa SD Kelas 4 Kurikulum Merdeka. Kali ini kami akan membahas apa itu tujuan Pendidikan Seni Rupa bagi peserta didik dan penjelasannya.

Tujuan Pendidikan Seni Rupa

a. Menekankan pentingnya seni untuk perkembangan manusia (art for human development) daripada manusia untuk perkembangan seni (human for art development)

b. Mengembangkan kemampuan berpikir dengan gambar (pictorial thinking) sebagai bahasa paling tua dan dini yang digunakan oleh manusia

c. Menekankan aspek praktis dan eksploratif untuk melatih kemampuan motorik, kognitif dan imajinatif para peserta didik

d. Menjadikan lingkungan alam (fisik) dan sosial budaya di sekitar sekolah dan tempat tinggal peserta didik sebagai laboratorium belajar agar para peserta didik dapat mengenal lingkungannya dengan baik sejak dini

e. Mengaitkan pelajaran-pelajaran lain dalam proses pembelajaran seni rupa dalam rangka melatih cara berpikir lintas disiplin, mengembangkan potensinya dalam bidang lain melalui seni rupa dan langkah awal menuju pemahaman yang holistik (menyeluruh)

Penjelasan

Gambar merupakan bahasa paling tua yang digunakan oleh umat manusia. Lukisan-lukisan pada dinding-dinding gua dari masa prasejarah menunjukkan hal tersebut. Gambar juga bahasa paling dini yang dikenal dalam pertumbuhan manusia sebagaimana anak terlebih dahulu mengenal melalui gambar sebelum melalui lisan apalagi tulisan. Dengan demikian, berpikir meggunakan gambar (pictorial thinking) merupakan kemampuan dasar (primal) yang mendorong sekaligus membuka kemampuan berpikir dengan bahasa-bahasa yang lain (tulisan dan angka).

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa gambar merupakan bahasa yang elementer dan universal, sehingga manusia dapat berkomunikasi dan mengekspresikan diri secara lebih mudah, leluasa dan kaya. Banyak gagasan yang sulit dituangkan dalam tulisan dapat disampaikan dengan baik melalui gambar, misalnya rambu-rambu lalu lintas, lambang sebuah negara dan agama, adegan dalam film, dan lagi yang lainnya.

Mata pelajaran seni rupa hendaknya menjadi wahana untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berpikir dengan menggunakan gambar di saat kemampuan mereka dalam bahasa lisan dan tulisan telah berkembang pesat. Pengembangan tersebut terkait kemampuan para peserta didik dalam menyampaikan dan memahami suatu hal serta dalam mengekspresikan diri mereka.

Praktik tersebut membutuhkan kemampuan kreatif yang perlu dipupuk melalui pelatihan dan pembiasaan sejak dini dan berkelanjutan agar dapat berkembang seiring bertambahnya usia para peserta didik. Bersamaan dengan itu, berbagai potensi para peserta didik diharapkan dapat muncul dan berkembang, kepribadian mereka tumbuh dengan baik sehingga dapat beradaptasi dan memberi kontribusi terhadap lingkungannya.

Di samping berkaitan dengan kemampuan berpikir menggunakan gambar, seni rupa juga berkaitan dengan dimensi keindahan yang dapat medorong para peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang peka dan kreatif sehingga kehidupan yang dijalani menjadi lebih menarik, menyenangkan dan bahkan menakjubkan. Sebab seni rupa bukan hanya berupa lukisan dan patung, tapi juga tentang gedung-gedung dibangun, kota-kota ditata, mobil dan pesawat angkasa luar dirancang.

Dorongan pada keindahan juga berkaitan dengan kemampuan para peserta didik dalam memahami dan menyampaikan bahasa visual yang beragam, bergantung pada individu, latar belakang sosial dan budaya tertentu. Oleh karena itu, seni rupa memperkenalkan manusia sebagai makhluk yang unik dan beragam sehingga melatih tentang pentingnya memahami, menerima dan menyikapi perbedaan dengan baik.

Oleh karena itu, tujuan utama pembelajaran seni rupa dilakukan lebih untuk mengembangkan manusia (art for human development) daripada untuk mengembangkan seni (human for art development). Dalam mewujudkan tujuan tersebut, proses pembelajaran akan menekankan pada aspek praktis akan eksploratif dalam proses pembelajaran, dengan harapan untuk meningkatkan kemampuan motorik, kognitif dan imajinatif dari para peserta didik.

Pembelajaran seni rupa yang menekankan dimensi praktis dan ekploratif tersebut dilakukan dengan menggunakan lingkungan alam dan sosial-budaya di lingkungan sekitar sekolah dan tempat tinggal peserta didik sebagai “laborarium visual”. Harapannya, agar para peserta didik dapat lebih mengenal lingkungan tempat tinggal mereka.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.