Bagaimana Menyiapkan Perawatan Busi tentang “Fungsi, Struktur, dan Tipe-tipe Busi” Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Bidang Teknik Sepeda Motor

Kontenjempolan.id-BAB Menyiapkan Perawatan Busi Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Bidang Teknik Sepeda Motor. Kali ini kakak akan membahas materi tentang “Fungsi, Struktur, dan Tipe-tipe Busi”. Semoga bisa membantu dan bermanfaat bagi temen-temen.

Fungsi, struktur, dan tipe-tipe busi

a. Fungsi Busi

Busi dipasang pada cylinder head. Adalah alat untuk pengapian yang menghasilkan percikan api karena adanya listrik tegangan tinggi, yang terjadi antara elektroda tengah dan elektroda ground, yang dihasilkan dari ignition coil. Busi mengeluarkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar, yang telah masuk ke dalam ruang bakar.

Dibawah ini adalah kemampuan/karakteristik yang harus ada di busi.
1. Memiliki kemampuan mekanis yang tinggi.
2. Mempunyai daya tahan panas yang tinggi.
3. Mempunyai kerapatan udara yang tinggi saat kompresi bertekanan tinggi di mesin.
4. Kerapatan udara tidak ada perubahan dikarenakan perubahan temperatur.
5. Menghasilkan percikan api yang baik, pada perubahan temperatur dan perubahan tekanan yang tinggi.
6. Mempunyai range panas yang sesuai.

b. Struktur / Bagian Busi

Struktur busi didesign untuk dapat menahan berbagai kondisi, seperti tekanan dan temperatur yang tinggi.

1. Terminal

Pada salah satu pucuk busi terdapat sebuah terminal penghubung busi dengan sistem ignition. Material terminal sendiri terbuat dari besi.

2. Insulator

Insulator terbuat dari porselen atau keramik.

Fungsi utamanya memberikan topangan mekanik bagi inti elektroda yang berada di tengah.

Insulator sekaligus berfungsi sebagai isolator elektrik terhadap tegangan tinggi yang akan mengalir di inti elektroda.

3. Ribs

Setiap busi bentuknya hampir sama, terdapat lekuk-lekuk pada bagian insulatornya.

Dengan adanya bentuk ribs atau corrugation ini, maka jarak antara inti elektroda dengan ground akan semakin jauh

Semakin jauh jaraknya, maka hambatan antar inti besi dan ground juga semakin besar, sehingga tegangan tidak langsung lompat dari inti besi ke ground sekitar busi.

4. Insulator Tip

Ujung dari insulator atau insulator tip ini akan mengalami peristiwa pembakaran di ruang bakar, sehingga material yang digunakan harus tahan terhadap temperatur tinggi.

Rata-rata ujung insulator mampu menahan temperatur 650 derajat celcius dan mampu menahan tegangan hingga 60.000 Volt.

Panjang pendeknya ujung insulator ini juga akan menentukan jenis sebuah busi. Apakah ia busi panas atau busi dingin

5. Seal

Seal atau gasket berfungsi agar kompresi dari ruang bakar tidak ada yang keluar melalui celah drat busi.

6. Metal Case

Metal case atau disebut juga jaket berfungsi mengunci busi ke silinder head.

Fungsi lainya sebagai material konduksi yang memiliki daya hantar panas yang baik, sehingga panas dari busi dapat dikonduksikan ke tempat lain

7. Center Electrode

Inti elektroda bisa terbuat dari kombinasi tembaga, besi dan nickle, atau logam-logam terbaik lainnya.

Fungsi inti elektroda ini untuk menyalurkan energi listrik.

8. Side Electrode (Ground)

Elektroda samping atau ground adalah bagian ujung busi yang bersentuhan langsung dengan body atau ground kendaraan kita.

Sehingga ini merupakan perjalanan terakhir dari api koil.

c. Tipe – Tipe Busi

1.  Tipe dari busi untuk disesuaikan dengan macam kendaraan.

Busi Standar

Busi standar terbuat dari special nickel alloy pada bagian tengah dan elektroda groundnya. Karena hal ini, busi ini menghasilkan daya menahan panas dan ketahanan yang tinggi. Elektroda tengahnya terbuat dari tembaga agar perpindahan panasnya yang lebih baik.

Busi Platinum

Busi platinum menggunakan bahan platinum untuk elektroda tengah dan ground. Platinum dapat menahan keausan elektroda, meningkatkan durabilitas. Diameter elektroda tengah lebih kecil dari yang tipe standar, artinya dapat meningkatkan percikan api

Busi Iridium

Busi iridium menggunakan bahan iridium alloy pada bagian tengah elektrodanya. Iridium alloy mempunyai titik leleh yang tinggi dan kekuatan yang baik, sehingga bagian tengah elektrodanya dapat lebih kecil dari busi platinum, menghasilkan lebih baik percikan api dan daya tahan masa pakainya.

Busi Multielektroda (2 electrodes)

Tujuan dari banyak/multiple ground elektroda adalah meratakan keausan elektroda dan menjaga daya tahan. Tambahan, busi multi-electrode juga efektif dalam meningkatkan kemampuan percikan (menurunkan tegangan listrik yang dibutuhkan).

2. Kode – Kode Busi

Penomoran atau pengkode-an pada busi menjelaskan panjang ulir, diameter ulir,
ukuran panas dsb. Nomor part tertulis pada badan insulator dari setiap busi.
B PR 5 E S – 11
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

(1) Diameter ulir dan hexagonal width across flat

(2) Struktrur Internal
P -> Projecting insulator tipe R -> tipe Resistant (Resistor digunakan untuk mengurangi noise radio)

(3) Ukuran Panas
Hal ini adalah kemampuan busi untuk menampung panas yang diterima di ruang bakar. Semakin besar angkanya semakin besar panas yang dapat ditampung/disalurkan.

(4) Panjang Ulir : Menjelaskan panjang total dari ulir Busi yang dapat digunakan pada cylinder head.

(5) Tipe : Menjelaskan variasi tipe busi.

(6) Celah busi

Nomor yangn menjelaskan celah busi. Contohnya angka “9” mengindikasikan celah busi nya adalah 0.9 mm.

3. Cara Kerja Busi Berdasarkan Tingkat Panas

Busi yang sulit membuang panas dalam rentang panas operasional busi dan yang mudah menjadi panas disebut busi tipe panas. Kebalikannya, busi yang mudah membuang panas dan mudah terjadi pendinginan disebut busi tipe dingin. Busi tipe panas mempunyai ruang gas yang dalam. Ini berarti mempunyai insulator yang panjang, dan alur membuang panasnya panjang dan sempit.

Karena hal ini, tidak hanya membuthkan waktu untuk membuang panas tapi juga lebih luas area yang panas diterima insulator, sehingga meningkatkan temperatur dari busi itu sendiri. Busi tipe dingin adalah kebalikannya, dan temperatur sepertinya lebih sedikit meningkat. Busi mempunyai kemampuan temperatur membersihkan sendiri *1. Saat temperatur di limit terendah. Temperatur limit tertinggi adalah temperatur pre-ignition *2.

Karena hal ini, sebaiknya dijaga temperatur dari elektroda tengah berada diantara 500 ~ 800 °C dengan tujuan untuk menjamin busi dapat bekerja dengan baik. Jika busi dengan ukuran panas lebih tinggi digunakan dari spesifikasi panas yang ditentukan dan temperaturnya turun dari temperatur membersihkan sendiri, dapat mengakibatkan misfiring karena berkurangnya insulation dari komponen pengapian.

Jika busi dengan ukuran panas lebih rendah digunakan dari spesifikasi panas yang ditentukan dan jika temperaturnye melebihi temperatur pre-ignition, temperatur di ruang bakar akan meningkat mengakibatkan erosi pada elektroda, kerusakan piston dsb.

*1 Self-cleaning temperatur/temperatur membersihkan sendiri
Hal ini mengacu pada temperatur karbon yang menempel pada insulator komponen pengapian mulai terbakar karena panas. Temperaturnya sekitar 450 °C.

*2 Pre-ignition temperatur
Hal ini mengacu dimana campuran udara dan bahan bakar terbakar sebelum adanya percikan api, terbakarnya dikarenakan panas yang tinggi dari elektrodanya. Temperatur ini sekitar 950 °C.

4. Kondisi – Kondisi Busi

Cek kondisi dari elektroda dan kondisi keausannya. Berdasarkan dari hasil pengecekan, ganti atau bersihkan busi sangat dianjurkan.

Baik
Tidak ada kerusakan

Fouling
Terjadi misfiring dikarenakan ada kebocoran arus listrik dikarenakan tumpukan karbon.

Overscorching
Terjadi pengapian awal karena panas yang berlebih dari adanya tumpukan karbon di Cylinder Head. Dapat juga mengakibatkan elektroda meleleh.

Electrode Aus
Keausan elektroda yang berlebihan dapat memper-sulitnya timbul percikan api

5. Prosedur K3 terkait dengan pekerjaan Melakukan Perawatan Busi

Bahaya yang perlu diperhatikan dalam Melakukan Perawatan Busi:
1. Jangan melepas busi dalam kondisi mesin panas. Bahaya terhadap tangan bisa terkena bagian mesin yang masih panas.
2. Perhatikan posisi kepala agar tidak terbentur bodi sepeda motor saat melepas busi.
3. Jauhkan cairan mudah terbakar (bensin) saat melakukan perawatan.

Demikian Pembahasan Bagaimana Menyiapkan Perawatan Busi tentang “Fungsi, Struktur, dan Tipe-tipe Busi” Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi Bidang Teknik Sepeda Motor yang dapat kontenjempolan.id bagikan. Semoga bisa membantu dan bermanfaat bagi temen-temen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.